Kronologi Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar yang Tidak Berfungsi di Jember

Saturday, 29 August 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan proyek Dam pelimpah yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember (Foto: Warga setempat).

Penampakan proyek Dam pelimpah yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember (Foto: Warga setempat).

Frensia.id – Proyek Dam Kali Tanggul yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, dinilai tidak berfungsi sebagai pengairan sawah warga setempat.

Pembangunan proyek tersebut, sekitar bulan Juni dan Juli tahun 2025, dengan dana senilai Rp 15,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Dibangunnya Dam Kali Tanggul berfungsi ketika tiba musim penghujan, agar saluran pengairan air terbelah menjadi dua arah, dengan arah ke selatan menuju ke laut Jalur Lintas Selatan (JLS), dan untuk arah timur itu ke area persawahan dua desa, yaitu Kepanjen dan Mayangan, Kecamatan Gumukmas.

“Jadi ketika di musim kemarau air dam tersebut, fungsinya untuk mengarahkan air yang dari utara belok ke timur, fokusnya ke lahan pertanian, supaya bisa mengairi sawah pertanian,” kata Ketua Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Arif Sukoco, saat dihubungi pada Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak

Menurut Arif, pembangunan Dam telah gagal konstruksi, karena pengairan air dari utara yang seharusnya belok ke kiri, namun di saat kemarau tidak bisa belok ke kiri, malah langsung lurus ke selatan melalui bawah bangunan beton dam pelimpah tersebut.

“Artinya air itu lewat bawah arah ke selatan, jadi tidak bisa ke timur karena ada lubang atau ada celah-celah air yang besar di bawahnya cor-coran tersebut,” tuturnya.

Meskipun, kata Arif sebelum pembangunan Dam telah disosialisasikan pada warga setempat terkait fungsi bangunan untuk mengairi persawahan sekitar 500 hektare.

“Jadi kalau air tidak bisa ke timur otomatis yang dirugikan atau yang mengalami kerugian ini dari petani,” ucapnya.

Baca Juga :  Kasat Lantas Polres Jember Gerak Cepat Bantu Pemotor Alami Laka di Sukorambi

Lebih lanjut, bendungan tersebut dikerjakan oleh pemenang lelang atau tender konstruksi.

Namun, ketika bangunan belum sempurna dan tidak sesuai dengan spesifikasi serta manfaat kegunaannya, justru diterima oleh Badan/Dinas Urusan Sumber Daya Air (BUSDA).

“Rp 15,6 miliar seharusnya bangunan itu maksimal bekerja dengan baik sesuai rancangannya. Yang terjadi bangunan sudah tidak maksimal, tidak sesuai manfaat dan peruntukannya,” ujarnya.

Arif menyayangkan dengan diterimanya proyek Dam tersebut oleh Badan/Dinas Urusan Sumber Daya Air (BUSDA) yang telah tidak sesuai fungsinya.

“Lah ini seharusnya dari pihak BUSDA ketika bangunan itu tidak sesuai dengan spek seharusnya kan jangan diterima. Suruh benerin sampai selesai sesuai dengan speknya,” tegasnya. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat
Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta
Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi
PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

Baca Lainnya

Monday, 5 October 2026 - 15:15 WIB

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat

Tuesday, 29 September 2026 - 17:35 WIB

Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta

Monday, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading