Frensia.Id- Insiden memprihatinkan terjadi di tengah kemeriahan memperingati HUT ke-81 RI di Kabupaten Jember.
Sebuah pikap yang membawa tumpukan sound system menyenggol pos kamling hingga roboh dan menimpa warga yang menonton karnaval budaya di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (26/8) sekitar pukul 21.50 WIB. Akibat insiden ini, tiga orang warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke puskesmas terdekat.
“Benar, telah terjadi insiden tumpukan salon sound system LA AUDIO yang dimuat mobil Isuzu Traga menabrak pos kamling di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang. Kejadiannya saat kegiatan Karnaval Budaya Nusantara berjalan,” kata Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, saat dikonfirmasi, pada Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat armada pikap berpelat nomor L 8456 AB yang membawa 6 subwoofer sound system melintasi jalur jalan yang bertikungan di Dusun Gumuksari. Sebelum titik kejadian, posisi pengemudi sempat berganti.
“Sekitar pukul 20.30 WIB rombongan berangkat dari start. Lalu sekitar pukul 21.50 WIB saat sampai di tikungan Dusun Gumuksari, sopir diganti dari saudara Puji ke saudara Toni. Di situ bagian ekor salon menyenggol pos kamling hingga runtuh dan tumpukan sound system jatuh menimpa penonton,” ujarnya.
Tiga warga yang menjadi korban di antaranya Ibu Siah (45), Tian (9), dan Bela (10). Para korban mengalami luka memar hingga benjolan akibat tertimpa material dan perangkat sound.
“Korban luka ada tiga orang. Ibu Siah mengalami luka benjol di kepala dan memar di kaki kiri, anak Tian mengalami benjol di dahi kanan, sedangkan anak Bela mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Korban langsung dievakuasi petugas ke Puskesmas Nogosari,” paparnya.
Setelah insiden tersebut terjadi, armada pikap pengangkut sound system sempat membetulkan muatannya lalu langsung meninggalkan lokasi kejadian. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penanganan dan pencarian terhadap pengemudi kendaraan tersebut.
“Setelah kejadian, pikap yang membawa sound system tersebut langsung pergi meninggalkan TKP dan tidak melanjutkan kegiatan karnaval. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan bersama dengan sopir,” tambahnya.
“Panitia pelaksana siap dan sanggup membantu korban serta memberikan pengobatan sampai pulih seperti sedia kala. Kami juga mengimbau peserta lain agar mengecek muatan sound system tidak melebihi kapasitas dan lebih berhati-hati saat mengemudi. Secara umum kegiatan tetap berjalan tertib dan aman,” pungkasnya.







