BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 August 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

Frensia.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 922 Kepala Keluarga (KK) telah terdampak kekeringan hingga 15 Agustus 2026 yang tersebar pada  7  kecamatan.

Adapun dari 7 kecamatan tersebut, di antaranya Pakusari, Kalisat, Silo, Jelbuk, Bangsalsari, Sumbersari, dan Rambipuji.

Dalam upaya pendistribusian bantuan, BPBD bersama sejumlah pihak telah menyalurkan sebanyak 282.500 liter air bersih ke wilayah yang terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa penanganan kekeringan tersebut mencakup 6 desa dan 1 kelurahan yang terdampak, meliputi 7 dusun, 1 lingkungan, 11 Rukun Warga (RW)  dan 17 Rukun Tetangga (RT).

“Sebanyak 922 KK terdampak kekeringan di 7 kecamatan, dan distribusi air bersih terus dilakukan sesuai kebutuhan,” kata Edy, pada Selasa (18/8/2026) kemarin hari.

Kata Edy, data tersebut masih bersifat sementara dan akan berubah seiring perkembangan kondisi di lapangan.

“Data ini merupakan catatan sementara per 15 Agustus 2026 dan akan terus kami perbarui,” tuturnya.

Adapun untuk wilayah distribusi air bersih terbanyak saat terdampak kekeringan, berada di Kecamatan Pakusari, tepatnya pada Dusun Bunder, Desa Sumberpinang.

Ada sebanyak 125 KK terdampak di RT 02/RW 13 dan RT 03/RW 13, dengan total pendistribusian 115.000 liter air  yang dikirim dengan 22 kali distribusi.

Baca Juga :  OJK akan Luncurkan Aplikasi 157 untuk Cegah Scam

“Pengiriman dilakukan dua hari sekali sebanyak 5.000 liter. Kami berkoordinasi dan kolaborasi dengan PMI Jember, dengan pendampingan BPBD,” kata dia.

Sedangkan untuk jumlah warga yang terdampak paling banyak terdapat pada Kecamatan Kalisat, yakni 325 KK di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk.

Hingga 13 Agustus 2026, BPBD Jember telah mendistribusikan air sebanyak 16 kali dengan total 80.000 liter di wilayah tersebut.

“Distribusi di lakukan bergantian dengan Dinas PRKPLH dan BPBD, dengan BPBD mengirim 5.000 liter air setiap tiga hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk wilayah Kecamatan Silo tepatnya di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, terdapat 85 KK yang terdampak kekeringan, sehingga BPBD Jember mendistribusikan 7 kali penyaluran dengan total 35.000 liter air bersih. 

Sementara itu, wilayah Kecamatan Jelbuk, Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, terdapat 102 KK terdampak kekeringan, yang mana telah memperoleh 4 kali distribusi air bersih dengan total 20.000 liter.

“Di Silo, air disalurkan 5.000 liter setiap dua hari. Sementara di Jelbuk, distribusi akan dihentikan setelah jaringan pipa berfungsi dan menjangkau warga,” kata dia.

Kecamatan Bangsalsari juga menjadi wilayah yang dilanda kekeringan dengan jumlah ada 75 KK terdampak, tepatnya di Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari.

Baca Juga :  Teka Teki Temuan Tengkorak di Ajung Jember, Identitas Belum Terungkap

Selain itu, pada Kecamatan Sumbersari ada 90 KK terdampak kekeringan di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo.

Kemudian, untuk Kecamatan Rambipuji ada 120 KK terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Kaliwining.

“Kami menyiapkan tiga tandon 1.200 liter dan satu tandon hibah, serta merekomendasikan bantuan distribusi air dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur,” kata dia.

Apabila ditotal secara keseluruhan, BPBD Jember telah mendistribusikan sebanyak 57 pengiriman air bersih pada 7 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Kata Edy dalam menangani kekeringan tersebut, BPBD juga telah menempatkan sebanyak 26 tandon, yang terdiri dari 25 tandon berkapasitas 1.200 liter dan 1 tandon berkapasitas 2.200 liter air bersih.

“Selain itu, terdapat satu tandon mandiri berkapasitas 1.000 liter serta dua tandon bantuan PMI masing-masing berkapasitas 1.200 liter,” tuturnya.

Terdapat 4 mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dari BPBD, Dinas PRKPLH, PDAM, dan PMI, untuk mendukung penyaluran air bersih.

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan warga serta perkembangan kondisi sumber air di masing-masing wilayah,” tegasnya.

Bantuan penyaluran air bersih akan dihentikan dan dialihkan ke wilayah lain, apabila sumber air pada wilayah yang terdampak kekeringan kembali normal. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Terkecoh Lampu Tambak, Kapal Nelayan Terbalik di Jember: 1 Tewas, 3 Hilang
Pemotor di Jember Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Box
Karyawan Toko Grosir di Jember Tewas Tertimpa Tumpukan Barang
Kecelakaan Beruntun, Pengendara Scoopy Tabrak Pejalan Kaki di Jenggawah Jember
ASN Jember Pernah Mangkir Kerja Malah Naik Jabatan Jadi Kabag Umum, GCW Desak Ada Sanksi Tegas
Pemkab Jember Sita 72.656 Batang Rokok Ilegal per 30 Juni 2026
Sidak Outlet Miras Tak Berizin di Jember, Pemkab Ambil Tindakan Tegas Usai Laporan Warga
Jalan Licin Imbas Tetes Tebu Tumpah di Jember, 4 Pemotor Jatuh dan Mobil Tergelincir

Baca Lainnya

Wednesday, 19 August 2026 - 21:26 WIB

BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 August 2026 - 16:55 WIB

Terkecoh Lampu Tambak, Kapal Nelayan Terbalik di Jember: 1 Tewas, 3 Hilang

Tuesday, 18 August 2026 - 19:33 WIB

Pemotor di Jember Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Box

Monday, 17 August 2026 - 15:26 WIB

Karyawan Toko Grosir di Jember Tewas Tertimpa Tumpukan Barang

Saturday, 15 August 2026 - 17:07 WIB

Kecelakaan Beruntun, Pengendara Scoopy Tabrak Pejalan Kaki di Jenggawah Jember

TERBARU

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

News

BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 21:26 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading