Frensia.id – Ratusan hektare sawah warga di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, telah terancam gagal panen, karena tidak berfungsinya proyek pengairan Dam Kali Tanggul.
Proyek Dam pelimpah tersebut, tepatnya berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.
Dam Kali Tanggul dibangun sekitar bulan Juni dan Juli tahun 2025, dengan dana senilai Rp 15,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.
Ketua Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Arif Sukoco, merasa kecewa atas keberadaan bangunan tersebut yang menyebabkan ratusan sawah petani di wilayahnya terancam gagal panen.
“Seperti yang sekarang jelas kemarau ini sekitar 500 hektare petani itu mengalami gagal tanam tidak bisa tanam,” kata Arif, saat dikonfirmasi pada Sabtu (29/8/2026).
Menurut Arif, Proyek Dam Kali Tanggul telah gagal konstruksi, sehingga tidak sesuai dengan manfaat yang seharusnya disalurkan dari dam tersebut.
“Petani tidak bisa merasakan manfaatnya sesuai fungsi dan kegunaan dam tersebut dibangun,” kata dia.
Arif menyayangkan dengan dibangunnya Dam, yang bersumber dana APBD Provinsi Jawa Timur, justru tidak bisa menanggulangi kekeringan di sawah warga, saat tiba musim kemarau.
“Seharusnya ketika memang dijadikan bangunan bendungan tersebut dengan baik hasilnya juga pasti kualitasnya juga akan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arif menekankan pada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah untuk bertanggung jawab agar fungsi keberadaan Dam sesuai dengan peruntukannya.
“Bisa sesuai dengan manfaatnya. Ketika kemarau fokus ke timur, ketika debit air lebih loncat ke selatan,” tegasnya.
Kata Arif, apabila Dam telah berfungsi dengan baik, maka tidak akan ada petani yang merasa dirugikan, karena anggaran pembangunan yang mencapai miliaran rupiah tersebut. (***)






