Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus

Saturday, 12 September 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan pengumuman Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang mencatut logo UIN KHAS Jember saat event Porsi Jawara II 2026 (Foto: Humas UIN KHAS).

Papan pengumuman Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang mencatut logo UIN KHAS Jember saat event Porsi Jawara II 2026 (Foto: Humas UIN KHAS).

Pekalongan, Frensia.id – Pelaksanaan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam rangkaian event Porsi Jawara II Tahun 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan menuai sorotan dari sejumlah penanggung jawab lomba.

Sorotan tersebut dikarenakan terdapat kejanggalan saat proses pengumuman pemenang lomba LKTI.

Salah satu penanggung jawab Lomba Karya Tulis Ilmiah dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Erfan Efendi, meminta agar lomba LKTI tersebut diulang kembali.

Menurut Erfan, terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal dalam pengumuman hasil LKTI, terutama terkait identitas visual dan perolehan nilai para peserta.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan logo dalam materi pengumuman juara pertama.

Erfan menyebut, logo yang tercantum justru menggunakan logo UIN KHAS Jember, sementara peserta yang dinyatakan sebagai juara pertama berasal dari perguruan tinggi di UIN Banten.

“Menurut saya ada sesuatu yang perlu diklarifikasi. Pada pengumuman juara satu, logo yang digunakan justru logo UIN KHAS Jember, padahal pemenangnya berasal dari perguruan tinggi di Banten,” ujar Erfan, pada Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Kutip Kitab Klasik, Prof. Dr. Phil. Sahiron Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember

Selain persoalan logo, Erfan juga mempertanyakan konsistensi nilai yang ditampilkan dalam pengumuman. Ia menyebut nilai peserta yang meraih juara pertama dari perguruan tinggi di Banten tercatat sama dengan nilai peserta dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kejanggalan lain, menurut Erfan, terlihat pada perolehan nilai juara kedua yang justru lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercantum untuk juara pertama.

“Yang juga menjadi pertanyaan, nilai juara dua justru lebih tinggi daripada nilai juara satu. Ini tentu perlu dijelaskan secara terbuka oleh panitia agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta,” kata dia.

Erfan mengaku sangat kecewa terhadap pelaksanaan lomba karya tulis ilmiah tersebut. Terlebih, berdasarkan informasi yang diterimanya, proses penilaian melibatkan para guru besar.

Menurutnya, keterlibatan guru besar seharusnya menjadi jaminan bahwa proses penilaian berlangsung secara profesional, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang menilai adalah para guru besar. Karena itu, persoalan seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Marwah sekaligus integritas guru besar hari ini dipertaruhkan,” tegas Erfan.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Ia menambahkan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, transparansi proses penilaian menjadi penting untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap penyelenggaraan kompetisi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Erfan berharap panitia Porsi Jawara II 2026 ini, segera memberikan klarifikasi terkait sejumlah kejanggalan tersebut, termasuk mengenai penggunaan logo, kesesuaian nilai dengan peringkat juara, serta mekanisme penilaian yang digunakan.

“Kami meminta panitia bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi. Kalau memang ada kesalahan administratif atau teknis dalam pengumuman, sebaiknya dijelaskan secara terbuka dan segera diperbaiki,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, pihak panitia penyelenggara Lomba Karya Tulis Ilmiah Porsi Jawara belum memberikan klarifikasi terkait sejumlah persoalan yang disampaikan tersebut.

Klarifikasi dari panitia diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjaga kredibilitas pelaksanaan Porsi Jawara dan lomba karya tulis ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras
Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri
Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Baca Lainnya

Sunday, 11 October 2026 - 19:55 WIB

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras

Thursday, 8 October 2026 - 21:23 WIB

Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi

Thursday, 8 October 2026 - 21:20 WIB

Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos

Thursday, 8 October 2026 - 13:23 WIB

Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

TERBARU

Warga setempat saat mengunjungi hiburan sound horeg di Kecamatan Bangsalsari, Jember (Foto: Istimewa).

Criminalia

Viral! Warga Jember Meninggal Saat Nonton Sound Horeg

Tuesday, 13 Oct 2026 - 12:37 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading