Uang Korban Kebakaran di Banyuwangi Senilai Rp 25,7 Juta Diganti BI Jember di Ajang SCF x BEC 2026

Monday, 20 July 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Uang Korban Kebakaran di Banyuwangi Senilai Rp 25,7 Juta Diganti BI Jember di Ajang SCF x BEC 2026 (Sumber: Istimewa)

Gambar Uang Korban Kebakaran di Banyuwangi Senilai Rp 25,7 Juta Diganti BI Jember di Ajang SCF x BEC 2026 (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Gurat kesedihan yang menggelayuti wajah Hadi Lukman seketika sirna. Warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi ini tak pernah menyangka bahwa lembaran-lembaran rupiah milik keluarganya yang sempat hangus dilalap api kini bisa kembali bernilai.

Melalui pemeriksaan fisik yang ketat dan transparan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember resmi memberikan penggantian penuh atas uang rusak tersebut senilai Rp25.720.000

Momen penuh kelegaan tersebut terjadi di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 yang bersinergi dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Banyuwangi, Minggu (19/07/26).

Hadi memanfaatkan layanan kas keliling yang dibuka khusus oleh BI Jember selama perhelatan festival yang berlangsung pada 16–19 Juli tersebut. Kronologi Musibah dan Keraguan Korban Musibah kebakaran yang menghanguskan kediaman Hadi terjadi pada malam Minggu, (21/06/26) silam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kala itu, seluruh harta benda miliknya ludes terbakar dan hanya menyisakan sebagian uang tunai yang tersimpan di dalam ember serta terselip di antara tumpukan buku tabungan. Uang tersebut dalam kondisi basah akibat semprotan armada pemadam kebakaran, sehingga Hadi harus menjemur dan mengangin-anginkannya dengan sangat hati-hati agar tidak menambah kerusakan. Hadi mengaku sempat didera keraguan yang mendalam saat hendak menukarkan uangnya.

“Sempat ada keraguan, kalau untuk yang sudah tinggal 2/3 atau apa itu sudah pasrah saja saya, ragu,” aku Hadi saat diwawancarai di stan pameran BI.

Ia awalnya mengira sisa uang puluhan juta rupiah hasil keringatnya yang telah menghitam diterjang api tersebut sudah menjadi abu tidak berharga yang mustahil untuk diselamatkan.

Baca Juga :  Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

Asa Hadi kembali tumbuh setelah dirinya berkonsultasi dengan Bank Jatim Wongsorejo yang kemudian mengarahkannya untuk mengunjungi stan pelayanan kas keliling Bank Indonesia di arena BEC Banyuwangi. Di hadapan Hadi, petugas kas BI Jember menghitung lembar demi lembar uang rusak tersebut secara cermat dan terbuka hingga dinyatakan memenuhi seluruh regulasi penggantian rupiah.

Komitmen Pelayanan BI dan Rincian Uang yang Diselamatkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad, menegaskan bahwa kecepatan dan responsivitas layanan kas ini adalah bukti nyata komitmen BI untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat.

Langkah ini sekaligus memastikan ketersediaan uang layak edar serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah dalam kondisi apa pun.

“Masyarakat tidak perlu ragu atau menahan diri untuk membawa uang rupiah yang rusak akibat kebakaran ke Bank Indonesia. Setiap lembar yang diajukan akan diproses melalui penghitungan dan pemeriksaan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku untuk menentukan nilai penggantiannya,” ujar Achmad di sela-sela memantau layanan kas keliling.

Achmad memaparkan, penentuan nilai ganti terhadap uang yang rusak atau terbakar memiliki indikator fisik yang jelas berdasarkan aturan bank sentral. Syarat utamanya adalah fisik uang kertas harus tersisa lebih dari dua pertiga dari ukuran aslinya, ciri keaslian uang masih dapat dikenali dengan jelas, serta bagian uang rusak tersebut masih merupakan satu kesatuan utuh baik yang nomor serinya lengkap maupun tidak lengkap.

Berdasarkan data resmi pemeriksaan fisik oleh tim kas keliling KPwBI Jember, dari keseluruhan uang rusak yang dibawa oleh Hadi, tingkat keberhasilan penukarannya mencapai 98%. Petugas berhasil mengidentifikasi total 359 lembar/keping uang rupiah dengan rincian denominasi sebagai berikut :

Baca Juga :  Pesona Banyuwangi Kian Memikat, Permohonan Izin Tinggal WNA Melonjak 32,8 Persen

Pecahan Rp100.000 : 236 lembar (Nilai : Rp23.600.000) – Kontribusi terbesar mencapai 91,76%
Pecahan Rp50.000 : 31 lembar (Nilai : Rp1.550.000)
Pecahan Rp20.000 : 10 lembar (Nilai : Rp200.000)
Pecahan Rp10.000 : 17 lembar (Nilai : Rp170.000)
Pecahan Rp5.000 : 26 lembar (Nilai : Rp130.000)
Pecahan Rp2.000 : 31 lembar (Nilai : Rp62.000)
Pecahan Rp1.000 : 8 lembar (Nilai : Rp8.000)

TOTAL PENGGANTIAN : Rp25.720.000

Modal Usaha dan Dana Tabungan Anak TK Bagi Hadi, penggantian uang senilai Rp 25,7 juta ini memiliki arti yang luar biasa besar. Selain akan digunakan sebagai tambahan modal untuk membangun kembali usahanya yang sempat terhenti akibat kebakaran, dana tersebut juga mencakup amanah sosial yang besar.

“Sebagian untuk modal saya usaha. Di sisi lain, karena di situ juga ada uang tabungan anak-anak TK yang saya kelola, ya nantinya akan dibalikin ke yang punya,” kata Hadi dengan nada lega.

Ia pun menyatakan kepuasannya atas pelayanan petugas BI Jember yang dinilainya sangat ramah, sigap, dan tidak berbelit-belit meskipun proses penukaran dilakukan pada hari libur (Minggu).

Di akhir liputan, Bank Indonesia kembali memberikan imbauan krusial kepada masyarakat luas yang menyimpan uang rusak akibat terbakar, berlubang, robek, hingga lusuh. Warga diminta untuk tidak sekali-kali menyatukan, mengelompokkan, atau merekatkan kembali uang rusak tersebut menggunakan selotip, lakban, perekat, ataupun steples.

“Bawa saja uang rusak tersebut dalam kondisi apa adanya. Hal ini sangat penting untuk memudahkan petugas kami melakukan identifikasi fisik secara akurat, sehingga nilai penggantian dapat segera ditetapkan sesuai ketentuan Bank Indonesia,” pungkas Achmad. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tokoh Mandangin Dukung KNMP di Pasir Putih: Penahan Abrasi Hari Ini, Peneduh Nelayan Kelak
Warga Pasirian Lumajang Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Bermodus Tawaran Kerja Kernet Truk
Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya
Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi
Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi
PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kebakaran Dua Kandang Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang

Baca Lainnya

Tuesday, 20 October 2026 - 21:44 WIB

Tokoh Mandangin Dukung KNMP di Pasir Putih: Penahan Abrasi Hari Ini, Peneduh Nelayan Kelak

Tuesday, 20 October 2026 - 09:34 WIB

Warga Pasirian Lumajang Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Bermodus Tawaran Kerja Kernet Truk

Sunday, 18 October 2026 - 22:50 WIB

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya

Friday, 16 October 2026 - 10:56 WIB

Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi

Thursday, 15 October 2026 - 22:52 WIB

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading