Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan

Wednesday, 21 October 2026 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua RT 001/RW 006, Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Suhermanto, saat mengecek kondisi tandon, setelah diisi ulang air bersih oleh BPBD Jember. (Foto: Fadli/Ketik.com).

Ketua RT 001/RW 006, Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Suhermanto, saat mengecek kondisi tandon, setelah diisi ulang air bersih oleh BPBD Jember. (Foto: Fadli/Ketik.com).

Frensia.id – Kekeringan air telah melanda berbagai wilayah Kabupaten Jember. Masyarakat kini banyak terkena dampaknya.

Salah satunya, warga RT 001/RW 006, Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Jember, mengeluhkan minimnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam mengairi sawah.

Ketua RT 001, Dusun Kasengan, Suhermanto, mengungkapkan sudah 5 bulan lebih warganya yang berjumlah 100 KK (Kepala Keluarga) dilanda kekeringan air.

Warga harus terpaksa mengambil air dari sungai terdekat bahkan ke desa sebelah, untuk memenuhi kebutuhan keseharian seperti memasak, minum dan mandi.

“Saya sendiri kalau mandi ke sungai,” kata dia, saat ditemui pada Rabu (21/10/2026), sore hari.

Dia mengaku kekeringan yang dialaminya di tahun ini lebih parah, dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun kata Suhermanto dampak kekeringan tersebut telah dilaporkan oleh warganya bernama mamak, ke kanal aspirasi Wadul Gus’ E agar segera mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti melalui Kepala Desa Gumuksari, untuk dilakukan survei lokasi kekeringan.

Satu hari setelah survei, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, memberi bantuan tandon air.

Baca Juga :  Keren! Polisi Jember Sholat Subuh Berjamaah Sambil Sosialisasi Tertib Lalin

Namun, untuk satu RT hanya diberi 4 tandon dengan volume 1.200 liter. Bantuan itu, sehingga tidak merata di setiap rumah warga.

Selain itu, air tandon yang disalurkan oleh BPBD Jember hanya 4 hari sekali, sehingga masa pemakaian air sudah habis selama 2 hari.

Karena warga tidak memakainya hanya untuk masak dan minum, tetapi juga mandi.

Suhermanto mengatakan dampak kekeringan ini membuat warganya tidak lagi menanam, karena merasa kesulitan mengairi sawahnya.

“Tetangga saya ini, satu panen sudah enggak ditanami (sawahnya) sudah,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ferdiansyah (21), Petani di Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Jember, mengeluh karena tanaman tembakaunya mengalami penurunan hasil panen.

Dia mengaku dari benih tembakau berjumlah 4.500 yang ditanam, hanya mendapatkan uang panen sebanyak Rp 8 juta.

Menurutnya, panen tersebut lebih menurun, dibanding tahun sebelumnya yang tembus hingga Rp 10 juta lebih, setiap musim panen.

Kata Ferdi, minimnya pengairan, sehingga membuat bobot tembakau menjadi ringan saat ditimbang.

Baca Juga :  Kronologi Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar yang Tidak Berfungsi di Jember

“Apalagi kan enggak ada hujan ini, bisa ringan tembakau,” tuturnya.

Nasib serupa, juga dialami oleh Dedi Sumantono, petani yang mengalami kekurangan air sejak bulan Juni untuk mengairi tanaman tembakau di sawahnya.

Meskipun, menurutnya, harga tembakau tahun ini sudah bagus. Namun mengalami penurunan bobot saat ditimbang. Selain itu, banyak juga tembakau yang mati, karena kekurangan pengairan.

“Kalau masalah kerugian, petani sekarang itu banyak yang rugi,” ucapnya.

Dia menuturkan hasil panen tembakaunya mengalami penurunan.

Menurutnya, dari binih tanaman sebanyak 3.000 yang seharusnya bisa mencapai Rp 25 juta. Namun, kini hanya mendapat Rp 8 juta dari luas lahan 200 meter persegi.

Dia berharap, Pemkab Jember ke depan dapat memfasilitasi mesin sedot air atau pompa air, agar bisa memaksimalkan pekerjaan para petani.

“Harapan saya cuma satu. Minta mesin sedot yang bisa memaksimalkan petani. Di sini air yang mau disedot itu ada,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember
Pria Gangguan Pendengaran di Jember Tertabrak Kereta Logawa Saat Olahraga Pagi
Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi
Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia
Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni
Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah
Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik
Keren! Polisi Jember Sholat Subuh Berjamaah Sambil Sosialisasi Tertib Lalin

Baca Lainnya

Wednesday, 21 October 2026 - 23:23 WIB

Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan

Saturday, 17 October 2026 - 16:06 WIB

Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember

Saturday, 17 October 2026 - 14:04 WIB

Pria Gangguan Pendengaran di Jember Tertabrak Kereta Logawa Saat Olahraga Pagi

Friday, 16 October 2026 - 00:20 WIB

Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi

Wednesday, 14 October 2026 - 17:38 WIB

Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading