Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih (Sumber: Istimewa)

Gambar Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Dusun Ringinsari, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mendapat bantuan distribusi 10 ribu liter air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Bantuan tersebut diberikan menyusul dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, Ismanto, mengatakan penyaluran air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak kekeringan. Namun, proses distribusi di lapangan menghadapi kendala karena belum tersedianya tempat penampungan air berkapasitas besar.

“Warga menggunakan jeriken sampai galon untuk menampung air karena belum tersedia tandon besar di lokasi,” ujar Ismanto, Sabtu (10/10/26).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pembagian air berlangsung lebih lama. Petugas harus melayani warga secara bergantian karena air yang dikirim perlu ditampung menggunakan wadah berukuran kecil.

“Karena ketiadaan tandon berkapasitas besar, proses distribusi sedikit terhambat. Akhirnya dilakukan dua kali pengiriman, mulai pagi sampai menjelang malam,” jelasnya.

Ismanto menyebut bantuan sebanyak 10 ribu liter air bersih tersebut disalurkan dalam dua kali pengiriman. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan warga yang terdampak kekeringan dapat terjangkau.

Baca Juga :  Tergiur Janji Fortuner dan Umrah, Warga Pesanggaran Banyuwangi Diduga Ditipu Rp 159 Juta

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPBD Jatim telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar menyediakan tempat penampungan air dengan kapasitas lebih besar. BPBD Jatim juga berencana menambah bantuan tandon untuk mempermudah distribusi berikutnya.

“Saya sudah menyampaikan kepada kepala desa agar menyediakan tampungan atau tandon air berkapasitas besar. Nanti dari kami akan ditambah lima tandon berukuran 1.200 liter untuk memudahkan proses distribusi air,” ungkap Ismanto.

Lima tandon tersebut diharapkan dapat menjadi tempat penampungan sementara ketika bantuan air datang. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi mengandalkan jeriken maupun galon untuk menampung seluruh pasokan air yang didistribusikan.

Dampak kemarau panjang juga dirasakan warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Sejumlah wilayah di kecamatan tersebut mengalami kesulitan air bersih setelah sumur warga mulai mengering dan debit sungai menyusut.

Di Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung, sedikitnya 1.850 KK dilaporkan terdampak kesulitan air bersih. Bahkan, jumlah itu kian bertambah seiring dengan bertambahnya areal yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Memantau Pergerakan WNA, Imigrasi Banyuwangi Rapatkan Barisan Timpora Tingkat Kabupaten

“Kebutuhan masyarakat Pesanggaran itu 30.000 liter per hari. Dan ini sudah minta lagi tambahan satu RT untuk tandonnya,” jelas Ismanto.

Sementara itu, data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga 27 September 2026 mencatat bantuan air bersih yang disalurkan telah mencapai 764 ribu liter untuk 18 dusun di lima kecamatan, yakni Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menyampaikan musim kemarau telah berlangsung sejak Mei 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mengupayakan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan.

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi maupun keperluan rumah tangga sembari menunggu pasokan air kembali mencukupi. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri
Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara
6.153 Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Banyuwangi Dilantik
Pesona Banyuwangi Kian Memikat, Permohonan Izin Tinggal WNA Melonjak 32,8 Persen
Ini Identitas Pria yang Ditemukan Telungkup di Sungai Gurit Rogojampi
Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak
Dua Pelajar terlibat Kecelakaan Motor Vs Dump Truk di Singojuruh, 1 Tewas
Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan, Satu Pengendara Tewas

Baca Lainnya

Saturday, 10 October 2026 - 13:31 WIB

Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 13:28 WIB

Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Thursday, 8 October 2026 - 21:34 WIB

6.153 Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Banyuwangi Dilantik

Wednesday, 7 October 2026 - 19:45 WIB

Pesona Banyuwangi Kian Memikat, Permohonan Izin Tinggal WNA Melonjak 32,8 Persen

TERBARU

Gambar Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri

Saturday, 10 Oct 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading