Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara(Sumber: Istimewa)

Gambar Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara(Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Video yang memperlihatkan seekor belatung diduga muncul dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Video tersebut diunggah seorang wali murid di wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, setelah menemukan belatung pada lauk tahu yang diterima anaknya.

Dalam video yang beredar, perekam memperlihatkan seekor belatung di antara tahu yang menjadi bagian dari menu MBG. Perekam juga menyampaikan kekecewaannya terhadap makanan yang akan dikonsumsi anak tersebut.

“MBG-ne iki enek apane? Ngene ki kelendi? Ngene iki jenenge MBG, mangan bergizi ta**?” demikian narasi dalam video tersebut.

Perekam kemudian mempertanyakan kelayakan makanan itu apabila diberikan kepada anak-anak. “Hayo, kyok ngono iku. Kiro-kiro arep dipakakne anak,” lanjutnya.

Menu yang dipersoalkan tersebut didistribusikan ke salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah Karangsari, Kecamatan Sempu. Menanggapi video yang telanjur viral, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh selaku penyuplai menu MBG di sekolah tersebut turut memberikan penjelasan.

Pihak SPPG Gendoh melalui Kepala SPPG Agis Danistha, menyebut menu yang dipersoalkan merupakan sajian untuk hari Selasa (06/10/26). Menu tersebut terdiri dari ayam, tahu, kubis, dan timun.

Baca Juga :  Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Menurut Agis, tahu yang digunakan merupakan tahu putih mentah yang diolah sendiri oleh tim dapur. Proses pengolahan dilakukan pada hari yang sama sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Tahu dimasak hari itu juga. Malamnya digoreng dan dibumbui sendiri, kemudian pagi menjelang siang didinginkan terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Itu kami membeli tahu mentah, bukan tahu matang,” jelas Agis ditemui di kantornya, Kamis (08/10/26).

Pihak SPPG mengklaim proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), termasuk dalam hal suhu memasak. Tahu juga disebut digoreng hingga panas melalui dua kali proses penggorengan sebelum dikemas.

“Proses produksi sudah sesuai SOP. Tahu putih digoreng dan dibumbui sendiri. Suhu memasaknya juga sudah sesuai SOP. Seharusnya belatung itu mati karena digoreng dengan suhu panas,” ujar Agis.

Setelah proses penggorengan, makanan terlebih dahulu didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam wadah makan atau ompreng. Kemasan kemudian disegel sebelum didistribusikan ke sekolah penerima.

“Ditambah lagi saat ini aturan dari BGN tidak diperbolehkan membawa MBG pulang ke rumah. Dan itu (menu MBG) yang diunggah wali murid berada dalam wadah makanan anaknya sendiri dan menurut keterangan beliaunya sudah dibawa pulang ke rumah,” tambah Agis.

Baca Juga :  Minibus Tabrak Kios Bensin di Banyuwangi, 1 Orang Meninggal dan Mobil Terbakar

Meski demikian, lanjut Agus, pihaknya belum dapat memastikan dari mana asal belatung yang terlihat dalam video tersebut. Pihaknya juga telah bertemu dengan wali murid yang mengunggah video untuk mengklarifikasi kejadian itu.

“Sudah bertemu dengan pihak yang mengunggah video dan dibuatkan berita acara. Dari keterangan wali murid, yang bersangkutan menyampaikan tidak mengetahui asal muasal ulat tersebut,” ungkapnya.

Dalam berita acara tersebut, wali murid juga menyatakan tidak bersedia menerima MBG untuk anaknya. Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai tindak lanjut atas temuan belatung dalam menu tersebut.

Agis menambahkan, pada hari pendistribusian itu, layanan MBG menjangkau 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Menurut keterangannya, laporan mengenai belatung tersebut hanya ditemukan pada satu kasus di satu sekolah, sementara distribusi ke sekolah lainnya disebut tidak mengalami kendala serupa.

“Total ada 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Dari seluruh distribusi itu, laporan adanya belatung hanya satu kasus di satu sekolah. Untuk sekolah lainnya, tidak ada laporan kendala serupa,” pungkasnya. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

6.153 Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Banyuwangi Dilantik
Pesona Banyuwangi Kian Memikat, Permohonan Izin Tinggal WNA Melonjak 32,8 Persen
Ini Identitas Pria yang Ditemukan Telungkup di Sungai Gurit Rogojampi
Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Dua Pelajar terlibat Kecelakaan Motor Vs Dump Truk di Singojuruh, 1 Tewas

Baca Lainnya

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Thursday, 8 October 2026 - 21:34 WIB

6.153 Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Banyuwangi Dilantik

Wednesday, 7 October 2026 - 19:45 WIB

Pesona Banyuwangi Kian Memikat, Permohonan Izin Tinggal WNA Melonjak 32,8 Persen

Wednesday, 7 October 2026 - 19:43 WIB

Ini Identitas Pria yang Ditemukan Telungkup di Sungai Gurit Rogojampi

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading