Frensia.id – Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Indi Naidha, menyoroti terkait adanya dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada mahasiswi salah satu kampus di Jember, saat menjalani kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), selama 3 bulan, di Kecamatan Ambulu, Jember.
Dia meminta agar pimpinan kampus tersebut, segera mengevaluasi sistem pengawasan terhadap mahasiswa saat diterjunkan ke lapangan.
Indi menyayangkan kasus itu terjadi saat kegiatan PLP berlangsung.
“Saya sangat prihatin atas dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi UIN KHAS Jember, saat menjalani PLP di Kecamatan Ambulu,” kata Indi, pada Jum’at (30/10/2026).
Dia mendorong agar kampus memberikan pendampingan maksimal kepada korban, serta mengevaluasi sistem pengawasan dan perlindungan mahasiswa selama praktik lapangan.
Selain itu, Indi juga menyampaikan bahwa kasus tersebut harus diusut oleh aparat penegak hukum sampai tuntas.
“Penegak hukum juga harus mengusut kasus ini secara profesional, dengan tetap menjaga privasi dan martabat korban,” tuturnya.
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang aman bagi siapapun, bukan tempat yang mengancam keselamatan mahasiswa.
“Korban harus dilindungi, proses hukum harus dikawal, dan pencegahan kekerasan seksual harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan seksual ini, dialami oleh mahasiswi berinisial NK (20) saat berlangsungnya kegiatan PLP, pada Rabu (21/10/2026).
Korban saat itu sudah terlelap tidur di suatu rumah singgah, yang sediakan warga desa secara cuma-cuma.
Namun, pada malam hari, pukul 01.00 WIB, korban mengalami kejadian kekerasan seksual pada anggota fisik oleh seseorang, yang diduga pelaku merupakan warga setempat.***






