Frensia.id – Wakapolres Jember, Kompol Anthonio Effan Sulaiman, memberi penjelasan terkait adanya oknum polisi yang dinyatakan positif memakai narkoba berupa sabu yang diunggah melalui media sosial.
Kabar tersebut berawal dari viralnya unggahan di akun media sosial Instagram @lambe_turah. Terlihat seorang pria yang sedang menghirup zat narkoba dengan ditemani perempuan di depannya.
Menurut Effan, kejadian tersebut sudah lama sejak bulan Maret 2026.
“Terkait dengan video yang viral di media sosial anggota Polres Jember, atas nama Aipda Dodik Purnawijaya. Jadi memang video itu sudah kita tangani,” tutur Effan, saat ditemui di Mapolres Jember, pada Selasa (30/6/2026).
Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan terkait beredarnya video tersebut dari Kasi Humas Polres Jember kemarin hari.
“Satu hari yang lalu itu diunggah di salah satu akun media sosial. Sehingga dilakukan cross-check oleh anggota kita, ternyata itu video lama yang juga sempat viral pada saat itu,” kata dia.
Lebih lanjut, Effan menceritakan kronologi saat ditemukannya oknum polisi tersebut positif memakai narkoba.
“Jadi kejadiannya, pada saat itu perintah dari Bapak Kapolres, untuk melaksanakan tes urine kepada anggota. Nah, didapati Aipda Dodik ini, kemudian positif,” kata dia.
Saat dinyatakan positif, pihak Polres Jember langsung melakukan langkah proses hukum kode etik pada oknum polisi tersebut.
“Saat ini sudah menjalani hukuman untuk Aipda Dodiknya,” ujarnya.
Adapun untuk keputusan sanksi yang dijatuhkan kepada Aipda Dodik yaitu, demosi (pemindahan jabatan) selama 2 tahun dan penempatan di tempat khusus selama 30 hari.
Proses hukum hingga saat ini masih berjalan.
Dengan beredarnya video tersebut, kata dia, pihak Humas Polres Jember telah melakukan sosialisasi informasi kepada masyarakat, sehingga memberi kejelasan.
“Takutnya ada anggapan bahwa anggota Polri, yang melakukan penyalahgunaan narkoba, kemudian bebas melakukan hal tersebut. Padahal sebenarnya anggota tersebut sudah diproses menjalani hukuman,” tegasnya.
Hingga saat ini Polres Jember masih menelusuri pihak yang mengunggah video tersebut, dan berupaya agar tidak tersebar kembali pada masyarakat.






