Frensia.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Muhammad Fawait untuk mengajukan pinjaman pembiayaan pembangunan sebesar Rp786 miliar terus menuai respons dari kalangan partai politik.
Kali ini datang dari Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Jember, Muhammad Dofir, atau yang akrab disapa Gus Dofir.
Gus Dofir menyatakan tidak menutup diri terhadap skema pembiayaan tersebut.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan Jember memang besar dan tidak seluruhnya mampu ditanggung kemampuan fiskal daerah dalam waktu singkat.
Rencana pinjaman itu sendiri diarahkan untuk tiga sektor, yakni pembangunan rumah sakit, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan.
“Kalau bicara kebutuhan, tiga sektor itu memang menyentuh langsung hajat masyarakat. Rumah sakit, jalan, penerangan. Itu bukan proyek mercusuar,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Meski begitu, Gus Dofir memberi catatan penting. Baginya, besar-kecilnya angka pinjaman bukan persoalan utama. Yang jauh lebih menentukan adalah pijakan hukum dan keterbukaan prosesnya.
Ia menekankan bahwa pinjaman daerah adalah beban yang akan diwariskan kepada periode-periode berikutnya. Karena itu, dasar hukumnya harus benar-benar kuat, mulai dari persetujuan DPRD, kajian kemampuan keuangan daerah, hingga kesesuaian dengan ketentuan perundang-undangan tentang pinjaman daerah.
“Saya tidak dalam posisi menolak. Tapi saya minta dua hal: dasar hukumnya kuat dan prosesnya transparan. Kalau dua itu terpenuhi, dan tujuannya betul-betul kesejahteraan masyarakat, saya dukung penuh,” tegasnya.
Gus Dofir juga meminta agar dokumen perencanaan dan skema pengembalian pinjaman dibuka ke publik.
Menurutnya, transparansi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cara pemerintah daerah menjaga kepercayaan warga.
Ia berharap pembangunan rumah sakit, PJU, dan infrastruktur jalan yang dibiayai dari pinjaman tersebut benar-benar terasa manfaatnya di tingkat bawah, bukan berhenti sebagai catatan serapan anggaran.






