FRENSIA.ID- Stadion New York New Jersey menjadi saksi bisu runtuhnya dominasi Argentina sekaligus akhir tragis dari perjalanan panjang Lionel Messi di kancah Piala Dunia.
Tim Matador Spanyol sukses merengkuh mahkota juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan skuad asuhan Lionel Scaloni dengan skor tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Kemenangan dramatis ini memastikan La Roja kembali menguasai sepak bola dunia, 16 tahun usai kesuksesan perdana mereka di Afrika Selatan.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Spanyol tampil sangat mendominasi jalannya pertandingan. Pasukan Luis de la Fuente mengurung pertahanan Argentina nyaris tanpa henti sepanjang laga.
Sang juara bertahan benar-benar mati kutu dan mencatatkan rekor buruk karena gagal melepaskan satu pun tembakan selama 70 menit pertama. La Albiceleste bisa bertahan lebih lama berkat penampilan luar biasa dari kiper Emiliano Martinez. Penjaga gawang tersebut harus jatuh bangun melakukan lebih dari sepuluh penyelamatan krusial demi menahan gempuran Lamine Yamal dan kawan-kawan.
Petaka besar bagi Argentina tiba pada penghujung masa injury time waktu normal. Gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran ceroboh terhadap Pau Cubarsi.
Bermain dengan sepuluh orang di babak perpanjangan waktu membuat Argentina semakin menderita. Semangat juang mereka nyaris runtuh saat Nico Williams sempat merobek gawang Martinez, beruntung gol tersebut dianulir wasit karena pelanggaran Mikel Merino terhadap Nicolas Otamendi dalam proses terjadinya gol.
Pertahanan berlapis Argentina akhirnya jebol juga. Hanya 37 detik usai sepak mula babak kedua perpanjangan waktu pada menit ke-106, Ferran Torres muncul sebagai pahlawan kemenangan Spanyol.
Berawal dari umpan silang Pedro Porro, Nico Williams dengan cerdik mengarahkan bola kepada Torres yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang tanpa ampun. Sepanjang sisa waktu, Argentina mencoba membalas lewat serangan sporadis. Mereka nyaris menyamakan kedudukan melalui peluang emas Giuliano Simeone, sayang tembakannya melambung tipis di atas mistar gawang.
Statistik akhir memperlihatkan kelayakan mutlak Spanyol sebagai juara dengan dominasi expected goals (xG) 1,94 berbanding 0,2 milik Argentina dari dua percobaan tembakan.
Hasil ini secara otomatis memupus ambisi besar Argentina untuk meraih empat trofi turnamen mayor secara beruntun. Kekalahan pahit ini menjadi penutup lembaran yang sangat kelam bagi karier Piala Dunia seorang Lionel Messi.
Sang legenda pada akhirnya harus mengakui bahwa era kejayaan timnya telah usai di tangan generasi emas baru sepak bola Spanyol.






