Frensia.id – Emiliano “Dibu” Martinez tampil bak tembok kokoh di bawah mistar gawang Argentina pada final Piala Dunia 2026. Penampilan impresifnya membuat Spanyol harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.
Sejak menit awal, Spanyol menguasai jalannya pertandingan dan terus menggempur pertahanan Argentina. Statistik akhir menunjukkan dominasi mutlak La Roja dengan 20 percobaan tembakan, 12 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Argentina hanya mampu melepaskan dua tembakan dan gagal mencatatkan satu pun tendangan yang mengarah ke gawang.
Meski kalah, Argentina sejatinya masih bertahan berkat aksi-aksi heroik Martinez. Penjaga gawang Aston Villa itu berkali-kali mematahkan peluang emas Spanyol yang seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan mengakui timnya pantas mengunci kemenangan sejak waktu normal. Namun, sederet penyelamatan gemilang Martinez membuat Argentina tetap hidup hingga babak tambahan.
Salah satu penyelamatan krusial terjadi pada menit ke-76. Bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola yang mengarah keras ke gawang berhasil ditepis Martinez dengan refleks luar biasa.
Empat menit berselang, tepatnya menit ke-80, Martinez kembali menunjukkan kelasnya. Kali ini ia menggagalkan sundulan keras Aymeric Laporte yang menyambut umpan lambung akurat dari Lamine Yamal.
Aksi heroiknya belum berhenti. Pada menit ke-90, Martinez kembali menjadi penyelamat setelah menepis tendangan bebas melengkung Lamine Yamal yang mengarah ke gawang. Bola yang nyaris menjadi gol itu berhasil dimentahkan dengan penyelamatan spektakuler.
Memasuki masa injury time, menit ke-95, gawang Argentina sebenarnya kembali bergetar. Nico Williams sukses menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan mencetak gol. Namun, wasit menganulirnya setelah menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.
Benteng Argentina akhirnya benar-benar runtuh pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro, Nico Williams dengan cerdik mengarahkan bola kepada Ferran Torres yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Kali ini Martinez tak mampu berbuat banyak, dan gol tersebut menjadi penentu kemenangan Spanyol.
Torres bahkan sempat kembali membobol gawang Argentina pada menit ke-114 setelah lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Martinez dalam duel satu lawan satu. Namun, gol itu akhirnya dianulir karena wasit menyatakan sang penyerang berada dalam posisi offside.
Meski gagal membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, penampilan Emiliano Martinez tetap menjadi salah satu sorotan utama final. Tanpa penyelamatan demi penyelamatannya, Spanyol berpeluang besar mengakhiri pertandingan dengan kemenangan yang jauh lebih meyakinkan.*






