Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Polije saat memberi cindera mata saat pelaksanaan World Friends Korea ICT Volunteers (WFK-ICT) 2026 di Politeknik Negeri Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Pimpinan Polije saat memberi cindera mata saat pelaksanaan World Friends Korea ICT Volunteers (WFK-ICT) 2026 di Politeknik Negeri Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Kolaborasi mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan mewarnai pelaksanaan World Friends Korea ICT Volunteers (WFK-ICT) 2026 di Politeknik Negeri Jember (Polije).

Tak sekadar mengenal budaya, para mahasiswa diajak mengembangkan proyek teknologi berbasis masalah nyata di Kabupaten Jember.

Wadir 3 Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi POLIJE mengungkapkan bahwa gelaran WFK-ICT tahun ini mengusung konsep yang berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

“Yang membedakan di tahun 2026, kami mengundang perwakilan sembilan politeknik seluruh Indonesia untuk berpartisipasi,” katanya, Jum’at (14/8/2026).

Selanjutnya dia menjelaskan, bahwa program WFK-ICT sendiri merupakan buah kerja sama Polije dengan Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan. Serta didukung oleh National Information Society Agency.

“Kemitraan strategis ini tercatat telah konsisten berjalan selama tujuh tahun sejak digulirkan pertama kali pada 2019,” ujarnya.

Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Wahyu menjelaskan, tahun ini, total ada 80 mahasiswa yang terlibat. Komposisinya terdiri dari 40 mahasiswa KNU, 20 mahasiswa Polije, dan 20 mahasiswa yang membawahi perwakilan sembilan politeknik di Indonesia.

Baca Juga :  Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

“Adapun sembilan kampus yang turut berpartisipasi di antaranya Politeknik Ketenagakerjaan Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Banyuwangi, hingga Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Selain itu, hadir pula perwakilan dari Politeknik Negeri Sambas dan Samarinda,” paparnya.

Bukan Cuma Proyek Teknologi, Ada Pertukaran Budaya

Wahyu menambahkan, selama program berlangsung para peserta tak hanya berkutat dengan proyek akademik. Mereka juga mencicipi kebersamaan lewat agenda olahraga, memasak bersama, hingga pertukaran budaya.

“Ini bukan sekadar pertukaran ilmu atau kolaborasi proyek, tetapi juga kesempatan membangun hubungan melalui pertukaran budaya,” jelasnya.

Hasil karya para peserta kemudian dipresentasikan dalam closing ceremony WFK-ICT 2026. Seluruh ide berhasil direalisasikan menjadi prototipe fungsional yang menjawab kebutuhan masyarakat Jember.

“Bagi kami, ajang ini menjadi wadah penting mahasiswa untuk mengasah skill teknologi, soft skill kerja tim, kreativitas, hingga memperluas jejaring internasional,” imbuhnya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama

Education Kit Pertanian Sabet Juara Pertama

Keseruan ajang ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta dari tim gabungan Indonesia-Korea, Moch. Lucky Ramadhan seorang mahasiswa Polije yang berhasil menyabet juara pertama. Timnya menciptakan education kit interaktif berbentuk gim untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak.

“Kami membuat education kit yang dikemas menjadi game untuk menarik minat anak-anak belajar pertanian,” ungkapnya .

Proyek tersebut dirancang khusus untuk mengikis stigma negatif generasi muda yang kerap menganggap sektor pertanian sebagai pekerjaan kasar dan kurang menarik.

Sementara itu, mahasiswa KNU Korea Selatan, Yun Seong menjelaskan, dalam proses pengerjaannya, mahasiswa Indonesia dan Korea saling membagi tugas sesuai keahlian masing-masing. Dia mengaku, meski sempat terkendala dan harus kerja ekstra hingga larut malam, kolaborasi antarnegara tersebut tetap berjalan solid.

“Jadi meski kamisempat terkendala dan harus kerja ekstra hingga larut malam, kolaborasi antarnegara tersebut tetap berjalan solid,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Baca Lainnya

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

Wednesday, 12 August 2026 - 16:26 WIB

Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender

Monday, 10 August 2026 - 01:33 WIB

Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading