Frensia.Id- Isu majunya Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Pengamat Bisnis dan UMKM Jember sekaligus Dosen Administrasi Bisnis STIA Pembangunan, Alifian Rizzalul Ahmad, menilai sektor UMKM harus menjadi perhatian serius jika Gus Fawait benar-benar maju di Pilgub Jatim.
Alifian mengapresiasi langkah dan gagasan yang dibawa Gus Fawait. Menurutnya, beberapa program penguatan UMKM yang pernah digulirkan di Kabupaten Jember dinilai cukup baik.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan di tingkat provinsi akan jauh lebih kompleks.
“Saya mengapresiasi ya kaitan Gus Fawait yang infonya akan maju sebagai calon atau bakal calon Gubernur Jawa Timur. Beberapa program Gus Fawait di Jember kaitan UMKM saya rasa sudah bagus. Mungkin saja ada yang bisa diterapkan untuk Jawa Timur, namun tidak semuanya bisa,” ujar Alifian saat ditemui, pada Senin (21/9/2026).
Alifian membeberkan, berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat sekitar 4,5 juta lebih unit UMKM yang tersebar di Jawa Timur. Mayoritas dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro di sektor makanan hingga jasa.
“Sektor mikro ini usaha yang paling kecil, tapi 99 persen di antaranya menyerap tenaga kerja. Sehingga ini perlu diperhatikan oleh Gus Fawait jika memang serius mau mencalonkan diri menjadi gubernur,” tegasnya.
Terkait program bantuan fisik seperti bantuan gerobak ‘Mlijo Cinta’ yang pernah diterapkan di Jember, Alifian menilai program semacam itu tidak bisa serta-merta digeneralisasi untuk seluruh wilayah Jawa Timur. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pemetaan data UMKM secara menyeluruh.
“Yang harus dilihat pertama kali adalah pemetaan UMKM-nya. Data 4,5 juta itu apakah benar-benar valid atau masih banyak yang belum terdata? Sebab banyak usaha mikro yang masih enggan mengurus izin, sehingga angkanya bisa jadi jauh lebih banyak,” jelas Alifian.
Menurutnya, pemetaan tersebut penting untuk memilah mana kelompok masyarakat yang masih membutuhkan bantuan sarana usaha seperti Mlijo Cinta, dan mana yang memerlukan intervensi program bentuk lain.
Selain bantuan konvensional, Alifian menyarankan agar Gus Fawait menyiapkan program-program baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Mungkin program-program baru seperti pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM, digitalisasi usaha, hingga akses bantuan pinjaman modal bisa jadi fokus. Ini penting jika nantinya ingin merangkul dan mengambil ceruk suara dari para pelaku UMKM di Jawa Timur,” pungkasnya.






