Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah

Wednesday, 24 June 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Prof Hepni, Mantan UIN KHAS Jember yang wafat meninggalkan banyak karya yang bermanfaat, utamanya kalangan akademisi dan periset studi Islam. Salah satunya seperti yang telah diterbitkan dalam FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia, tahun 2007.

Tulisan ini mengupas tuntas dinamika spiritualitas lokal melalui lensa Tarekat Wahidiyah di Pondok Pesantren As Sa’adah, Jember. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus yang mendalam, karya ini merekam rekam jejak sebuah tarekat yang kerap diklasifikasikan sebagai ghairu mu’tabarah namun terbukti memiliki daya pikat serta akar sosiologis yang teramat kuat di tengah masyarakat agamis desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung.

Prof Hepni dengan apik menarasikan perjalanan tarekat ini mulai dari masa perkenalan awal yang ditularkan secara gethuk tular dari mulut ke mulut pada tahun 1981, berlanjut ke fase konsolidasi struktural, hingga akhirnya memasuki era pengembangan massal yang sukses menyebarkan ajaran kedamaian ini menembus batas negara hingga ke wilayah Malaysia dan Jepang.

Baca Juga :  Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026

Daya tarik utama dari narasi penelitian ini terletak pada penjabaran mengenai ajaran sentral Wahidiyah yang senantiasa difokuskan pada seruan batin untuk kembali ke jalan ketuhanan atau fafirru ilallah. Seruan spiritual ini secara disiplin diwujudkan lewat amalan zikir selawat yang diyakini membawa kedamaian dan ketentraman psikologis bagi para pengamalnya di tengah pusaran kecemasan era modern yang kering akan makna luhur. Kekhasan yang membedakan tarekat ini dari gerakan tasawuf lainnya adalah penempatan sosok agung Rasulullah secara konsisten sebagai wasilah atau perantara mutlak dalam setiap panjatan doa.

Prof Hepni mencatat keyakinan kokoh para jamaah bahwa doa yang dipanjatkan kepada Sang Khalik senantiasa dikawal dan didukung penuh oleh kekasih pencipta semesta. Bagi para penganut setianya, efektivitas sebuah munajat sangat ditentukan oleh frekuensi cinta sang pengucap, sehingga rintihan batin yang menyatu dalam mahabbah niscaya direspon oleh penguasa semesta raya.

Riset ini menyoroti potret sosiologis yang teramat relevan dengan tantangan kebhinekaan bangsa kita saat ini, yaitu pandangan inklusif para pengamal Tarekat Wahidiyah terhadap fenomena maraknya klaim aliran sesat. Menghindari sikap reaktif yang mudah menjatuhkan vonis, jamaah As Sa’adah memegang teguh prinsip luhur bahwa penilaian atas kesesatan suatu kelompok seringkali sangat bergantung pada sudut pandang subjektif pihak yang menilai. Mereka meyakini bahwa keberagaman pemahaman keagamaan adalah sebuah keniscayaan, dan suatu ajaran berhak dinilai menyimpang secara absolut apabila terang-terangan menentang prinsip dasar ketuhanan atau secara aktif menyebarkan kemungkaran.

Baca Juga :  Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

Sikap semacam inilah yang diangkat oleh Prof Hepni sebagai representasi wujud nyata ajaran agama yang saling menentramkan dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan tanpa pretensi menghakimi secara buta. Keseluruhan narasi historis dan filosofis dalam penelitiannya, sangat tajam dalam aspek analisis intelektual dengan simpati yang teramat mendalam terhadap denyut nadi realitas keberagamaan jamaah di tingkat akar rumput.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kutip Kitab Klasik, Prof. Dr. Phil. Sahiron Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember
Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!
Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani
Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol
Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara
Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset
Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Baca Lainnya

Monday, 31 August 2026 - 11:49 WIB

Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!

Friday, 28 August 2026 - 21:47 WIB

Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

Friday, 28 August 2026 - 07:28 WIB

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol

Thursday, 27 August 2026 - 12:49 WIB

Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara

Wednesday, 26 August 2026 - 09:15 WIB

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

TERBARU

(Tengah berkerudung) Ketua DPD PSI Jember, Fera Eka Aulina saat membagikan sembako kepada ratusan Ojek Online (Ojol) (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Resmikan Kantor Baru Jember, PSI Bagikan Sembako ke 100 Ojol

Monday, 31 Aug 2026 - 16:59 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading