Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Wednesday, 26 August 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren (Sumber: grafis Frensia)

Gambar Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren (Sumber: grafis Frensia)

FRENSIA.ID – Beberapa akademisi Universitas Muhammadiyah Malang tertarik untuk meneliti pendidikan seksualitas di pesantren. Penelitiannya bahkan telah terbit dalam jurnal KASTA: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya, dan Terapan,31/12/2025. Penelitian yang digawangi oleh Mainuddin, Syamsul Arifin, M. Nurul Humaidi, dan Romelah ini secara kritis mengkaji bagaimana lembaga pendidikan tertua di Indonesia tersebut dapat merukunkan tradisi keislaman dengan urgensi isu kesehatan reproduksi kontemporer.

Kajian ilmiah ini mengungkap fakta menarik bahwa materi terkait seksualitas sejatinya bukanlah hal yang benar-benar asing di lingkungan pesantren. Pendidikan mengenai hal tersebut telah lama diajarkan dan diwariskan melalui literatur fikih klasik serta pengkajian kitab kuning. Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa kajiannya masih sangat didominasi oleh aspek legal-formal semata.

Tema yang diangkat umumnya sebatas tata cara bersuci (taharah), tanda-tanda akil balig, haid, nifas, batasan aurat, hingga etika hubungan intim di dalam bingkai pernikahan (munakahat). Bahkan, literatur klasik yang sering dipelajari seperti kitab ‘Uqūd al-Lujayn, Qurrat al-‘Uyūn, dan Liqā’ bayna Zawjayn terbukti lebih banyak berfokus pada seksualitas untuk pasangan suami istri. Akibatnya, topik-topik krusial yang kini sangat dibutuhkan oleh remaja—seperti pemahaman tentang persetujuan (consent), batasan privasi tubuh, literasi kesehatan reproduksi, hingga pencegahan kekerasan seksual—masih sangat minim disentuh dan luput dari perhatian utama.

Baca Juga :  KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Di tengah derasnya arus informasi di era digital, para remaja menjadi sangat rentan mendapatkan referensi seksualitas yang keliru dari sumber-sumber yang tidak tersaring dengan baik. Oleh karena itu, para akademisi Universitas Muhammadiyah Malang ini menegaskan bahwa akar permasalahannya bukanlah pada ketiadaan materi agama, melainkan pada kurangnya rekonstruksi epistemik. Konsep-konsep klasik di dalam kitab kuning perlu dihubungkan secara langsung dengan realitas ancaman nyata dan eksploitasi yang dihadapi remaja masa kini.

Kajian ini menawarkan sebuah pergeseran paradigma yang penting, yaitu mengubah pendekatan pendidikan seksualitas dari yang semula hanya berlogika “hukum perilaku dan ketaatan normatif” menjadi logika “perlindungan tubuh dan martabat manusia”. Nilai-nilai luhur yang sudah lama hidup di pesantren, seperti hifz al-nafs (perlindungan jiwa), menjaga kehormatan tubuh, serta larangan berbuat zalim, sesungguhnya dapat direkonstruksi menjadi fondasi dan legitimasi teologis yang sangat kuat untuk pendidikan kesehatan reproduksi.

Selain melakukan perombakan materi dan muatan kurikulum, inovasi pada aspek metodologi pengajaran juga menjadi sorotan penting dalam jurnal ini. Model pembelajaran tradisional seperti bandongan, sorogan, dan halaqahan dinilai sangat perlu diperkaya dengan pendekatan pedagogis yang lebih partisipatif dan dialogis. Melalui metode pengajaran yang interaktif, para santri tidak hanya akan dijejali oleh doktrin dan informasi normatif, tetapi juga dibekali kesadaran kritis serta keterampilan emosional untuk melindungi diri mereka sendiri.

Baca Juga :  Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Tentu saja, transformasi kurikulum sebesar ini tidak bisa dipikul oleh pihak pesantren sendirian. Para peneliti menyimpulkan bahwa implementasi pendidikan seksualitas yang inklusif dan aman menuntut kolaborasi yang sangat erat antara para kiai, guru (ustaz/ustazah), santri, orang tua, masyarakat luas, dan juga instansi pemerintah.

Sinergi dari berbagai pemangku kepentingan ini dinilai sangat esensial untuk mendobrak hambatan sosial-budaya di lapangan, terutama terkait stigma tabu dan kekhawatiran dari kelompok konservatif bahwa pendidikan ini akan memicu pergaulan bebas. Pada akhirnya, artikel ilmiah tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak lagi boleh dipandang sebagai penghalang bagi pendidikan seksualitas.

Sebaliknya, pesantren justru merupakan institusi strategis yang memiliki sumber daya internal mumpuni untuk melahirkan sistem pendidikan yang rasional, responsif terhadap isu kesehatan, namun tetap berpegang teguh pada moralitas Islam.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:43 WIB

Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

TERBARU

Gambar Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya(Sumber: Grafis Frensia)

Educatia

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 Aug 2026 - 08:56 WIB

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di lokasi kejadian (Foto: Tangkapan layar dari video warga setempat).

News

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar

Tuesday, 25 Aug 2026 - 20:55 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading