KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Kolaboratif, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember saat memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada siswa-siswi SD dan MI (Foto: KKN Kolaboratif Jember Tahun 2026).

Mahasiswa KKN Kolaboratif, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember saat memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada siswa-siswi SD dan MI (Foto: KKN Kolaboratif Jember Tahun 2026).

Frensia.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, yang terdiri dari mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas dr. Soebandi, mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pemanfaatan melalui rangkaian edukasi, praktik, serta pelatihan kepada peserta didik dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 12 hingga 15 Agustus 2026, di Desa Sidomulyo. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah sekaligus mengenalkan alternatif pemanfaatan sampah organik dan anorganik.

Meskipun pengelolaan sampah dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan Desa Sidomulyo yang secara umum masih relatif bersih dan tidak banyak sampah menumpuk.

Namun, berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan perangkat desa, kepala dusun, RT/RW, masyarakat sekitar, serta pihak sekolah, masih ditemukan kebiasaan masyarakat membakar sampah untuk mengurangi timbulan sampah.

Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran masih bercampur dengan sampah anorganik seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, dan kertas sebelum dibakar. Kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan sampah di Desa Sidomulyo, masih belum optimal terkait pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya.

Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengenalan jenis sampah, cara pemilahan, serta potensi pemanfaatannya. Materi kegiatan disusun berdasarkan arahan dari Bank Sampah Griya Gresik dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok sasaran.

Edukasi dan praktik pemilahan sampah dilaksanakan di SDN Sidomulyo 1, 2, dan 3, serta MI dengan sasaran peserta didik kelas 4, 5, dan 6.

Mahasiswa KKN menilai pembentukan kesadaran dan kebiasaan dalam menjaga lingkungan perlu dimulai sejak anak-anak agar pemilahan sampah dapat menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Para peserta didik diperkenalkan dengan sampah organik, anorganik, dan residu beserta contoh dan karakteristiknya. Setelah pemaparan materi, peserta diajak melakukan praktik pemilahan sampah secara langsung.

Baca Juga :  UIN KHAS Berduka, Prof Hepni Wafat

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dan mampu membedakan jenis sampah serta menempatkannya pada tempat yang sesuai.

Salah satu guru yang mengikuti kegiatan menilai sosialisasi pemilahan sampah memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik. Menurutnya, sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan sekolah.

“Dengan adanya sosialisasi pemilahan sampah ini, kami mendapat manfaat yang nyata bagi sekolah dan siswa. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual bisa dikumpulkan dan dimanfaatkan. Walaupun hasilnya hanya sekitar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, bagi sekolah tentu tetap sangat berarti,” ujarnya, pada Minggu (16/8/2026).

Rangkaian kegiatan, kemudian dilanjutkan di pondok pesantren dengan melibatkan 95 peserta didik jenjang MTs dan MA. Selain materi pemilahan sampah, peserta mendapatkan pengenalan mengenai pemanfaatan sampah organik melalui maggot.

Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sisa makanan dan sayuran sebagai sumber pakan maggot, cara dasar pemeliharaannya, serta potensi maggot sebagai pakan ikan.

Kegiatan selanjutnya dilaksanakan di Balai Desa Sidomulyo dengan melibatkan sekitar 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa, perwakilan PKK, pemuda, RW, kader posyandu, dan unsur masyarakat lainnya.

Pada kegiatan ini, materi yang diberikan meliputi pengelolaan dan pemilahan sampah, pemanfaatan sampah anorganik, serta pengenalan dan pemeliharaan maggot.

Peserta juga diperkenalkan dengan keterampilan dasar pemeliharaan maggot menggunakan sampah organik sebagai sumber pakan. Maggot yang telah disediakan diberikan kepada pihak yang bersedia melanjutkan pemeliharaannya secara mandiri.

Salah seorang warga Desa Sidomulyo, Slamet, menilai kegiatan tersebut memberikan edukasi penting kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak pembakaran sampah.

Baca Juga :  Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

“Acara yang dilaksanakan ini sangat bagus karena memberikan edukasi bahwa sampah sebenarnya masih bisa menghasilkan jika dipilah dan dikelola dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga membangun kesadaran kepada masyarakat bahwa membakar sampah bukan suatu hal yang baik karena bisa menyebabkan polusi udara,” ujar Slamet.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaboratif, Alifian, mengapresiasi pelaksanaan program pengelolaan sampah yang dilakukan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, tetapi juga menjadi langkah membangun kesadaran masyarakat dan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.

“Program ini menjadi langkah yang baik, karena mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung. Edukasi sejak dini penting untuk membentuk kebiasaan, sementara pengenalan pemanfaatan sampah dapat memberikan pemahaman bahwa sampah masih memiliki nilai dan manfaat apabila
dikelola dengan baik,” ujar Alifian.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah.

Sampah tidak hanya dipahami sebagai sesuatu yang harus segera dibuang, tetapi material yang masih dapat dimanfaatkan, apabila dipilah dengan tepat. Sampah anorganik tertentu memiliki potensi nilai ekonomi, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat Desa Sidomulyo. Pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah awal untuk memisahkan sampah sesuai karakteristiknya, sedangkan pemanfaatan maggot membuka peluang pengolahan sampah organik yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan pakan ikan maupun unggas.

Mahasiswa KKN berharap pengetahuan dan sarana yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah, pondok pesantren, maupun masyarakat.

Keberlanjutan program selanjutnya memerlukan konsistensi dalam pemilahan sampah, pemanfaatan sarana yang telah tersedia, serta pemeliharaan maggot oleh masyarakat. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

Wednesday, 12 August 2026 - 16:26 WIB

Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender

TERBARU

Gambar Tragis, Siswi 12 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan di JLS Glenmore (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Tragis, Siswi 12 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan di JLS Glenmore

Monday, 17 Aug 2026 - 00:12 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading