Frensia.id – Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Prof Busriyanti mengusulkan ada percepatan karier menjadi guru besar bagi dosen perempuan di lingkungan UIN KHAS Jember.
Usulan tersebut, dia sampaikan saat setelah dirinya dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam UIN KHAS Jember, pada Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, UIN KHAS Jember perlu membangun kebijakan pengembangan karier akademik perempuan yang terencana, berkelanjutan, dan responsif terhadap pengalaman khas dosen perempuan.
“Dosen perempuan sesungguhnya memiliki potensi akademik yang besar, tetapi mereka sering menghadapi beban ganda antara tanggung jawab profesional dan tanggung jawab keluarga,” kata dia, pada Rabu (23/9/2026).
Kata dia, kondisi tersebut memerlukan dukungan kelembagaan yang konkret, bukan hanya dorongan secara personal.
“Kampus dapat membentuk program percepatan guru besar melalui pendampingan publikasi, klinik artikel jurnal internasional, penguatan jejaring riset, bantuan penerjemahan dan penyuntingan akademik, dukungan pembiayaan penelitian, serta pendampingan administratif pengusulan jabatan fungsional,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, UIN KHAS Jember perlu mengadakan program mentoring yang mempertemukan profesor dengan dosen perempuan pada setiap fakultas, agar proses menuju Guru Besar memiliki arah, target, dan evaluasi yang jelas.
“Kebijakan kampus perlu memberikan ruang kerja yang ramah keluarga, dan mempertimbangkan beban pengasuhan tanpa mengurangi standar mutu akademik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof Busriyanti menegaskan bahwa dukungan tersebut bukanlah bentuk perlakuan istimewa, melainkan upaya menciptakan kesempatan yang adil, agar dosen perempuan dapat mengembangkan kapasitas akademiknya secara optimal.
“Kehadiran lebih banyak profesor perempuan akan memperkaya perspektif keilmuan, memperkuat kepemimpinan akademik, dan menghadirkan teladan bagi mahasiswi bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai jenjang akademik tertinggi,” tegasnya.***










