Frensia.Id- Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Kombes Pol Tyas Puji Rahadi, menyambangi Kabupaten Jember untuk mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menembus pasar kerja internasional secara resmi dan aman melalui program ‘SMK Go Global’.
Kehadiran BP3MI Jatim di Pendopo Wahyawibawagraha Jember ini bertujuan memastikan para lulusan kejuruan memiliki kesiapan matang, mulai dari keterampilan hingga pemahaman aturan ketenagakerjaan global.
Kepala BP3MI Jatim Kombes Pol Tyas Puji Rahadi menekankan bahwa kompetensi berbasis kebutuhan pasar internasional menjadi kunci utama bagi para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember.
“Peningkatan kapasitas perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditempatkan,” katanya di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (8/10/2026).
Selanjutnya Tyas menjelaskan, program SMK Go Global ini merupakan bagian dari direktif Presiden dengan target peningkatan kapasitas 500.000 calon PMI secara bertahap sepanjang 2026–2029, di mana Jawa Timur mendapat alokasi target 6.800 peserta pada 2026.
Dia mengapresiasi antusiasme Jember yang sudah mencatatkan 76 pendaftar pada batch awal dan optimistis jumlah tersebut akan melonjak pesat setelah edukasi migrasi aman masif dilakukan.
“Harapan kami akan bertambah secara signifikan warga Jember yang akan bergabung dengan program SMK Go Global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tyas mengungkapkan bahwa potensi SDM di Jember sangat besar untuk mengisi peluang kerja global. Terbukti dari data KP2MI per 7 Oktober 2026 yang mencatat 1.828 warga Jember telah bekerja sebagai PMI di berbagai negara (1.805 di Asia, 16 di Eropa, sisanya di Australia, Afrika, dan Amerika).
Dirinya menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Jember, sekolah, dan lembaga pelatihan agar para lulusan terproteksi sejak dini.
“Melalui sinergi tersebut, lulusan diharapkan tidak sekadar memperoleh pekerjaan di luar negeri, tetapi memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar sekaligus perlindungan sejak persiapan hingga bekerja,” paparnya.
Menanggapi kedatangan BP3MI Jatim, Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir secara daring menyambut positif penguatan akses kerja internasional bagi warganya.
Bupati Fawait menekankan bahwa peluang ini terbuka luas untuk seluruh lulusan SMK negeri, swasta, hingga sekolah kejuruan di lingkungan pondok pesantren, namun wajib melalui jalur resmi.
“Ketika prosedural, maka itu berangkat secara resmi. Ketika terjadi apa-apa, bisa dilakukan komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah (G2G),” ungkapnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu, juga memastikan Pemkab Jember siap mengawal para calon PMI agar mendapatkan pembekalan dan pendampingan yang layak hingga diberangkatkan.
Dia berkomitmen menjaga keselamatan dan martabat warga Jember yang hendak mengadu nasib di luar negeri.
“Diberi pelatihan, bahkan dikawal sampai keberangkatan untuk menjadi PMI yang prosedural,” tandasnya.






