Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menunjukkan keseriusan dan komitmen yang luar biasa dalam mengembangkan serta menanamkan budaya moderasi beragama di dalam lingkungan pendidikannya. Langkah konkret ini tidak hanya sekadar wacana teoretis di dalam kelas, melainkan diwujudkan melalui program nyata yang berkesinambungan bagi para peserta didiknya.
Kemarin, institusi pendidikan kebanggaan masyarakat Lumajang ini mengambil langkah strategis dengan mendatangkan langsung pakar dari perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan khusus mengenai integrasi public speaking dan nilai-nilai moderasi. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini diselenggarakan di Aula Ma’had Jauharotul Kamal MAN Lumajang, 36/09.
Hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam acara edukatif tersebut adalah Dr. Ahmad Ihwanul Muttaqin, M.Pd. Sosok intelektual muda yang merupakan lulusan dari UIN KHAS Jember ini dikenal luas sebagai salah satu figur pemuda yang cukup berpengaruh dan memiliki rekam jejak pemikiran yang kritis di wilayah Lumajang. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam menyalurkan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta.
Dalam sesi materinya, Ihwanul Muttaqin menyatakan rasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif MAN Lumajang dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menganggap bahwa pembekalan kemampuan berbicara di depan umum yang dibingkai dengan wawasan kebangsaan dan keagamaan adalah sebuah hal yang sangat urgen untuk dilakukan pada masa kini.
Menurutnya, fase remaja merupakan masa transisi pencarian jati diri yang membutuhkan pendampingan ekstra agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan.
“Di usia setingkat Aliyah itu, saat ini sangat rentan. Makanya mereka dilatih untuk menjadi aktor moderasi beragama”, ucapnya saat memberikan materi di hadapan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, elemen internal madrasah juga menyadari sepenuhnya bahwa pembentukan karakter toleran ini harus dimulai dari para penggerak siswa di tingkat akar rumput sekolah, khususnya jajaran pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Pembina OSIM MAN Lumajang, Ifan Muzakki, M.Pd., memandang bahwa para pengurus organisasi memegang peranan krusial sebagai agen perubahan sekaligus teladan bagi rekan-rekan sebayanya.
Oleh karena itu, kapasitas mereka dalam merumuskan dan menyampaikan gagasan yang menyejukkan harus terus diasah sejak dini.
“Kegiatan moderasi dan public speaking ini memang menjadi agenda penting pengurus organisasi, terutama OSIM di lingkungan madrasah ini, karena pengurus organisasi di usia remaja ini harus kuat secara paradigma dan komitmen, terutama komitmen kebangsaan”, kata Ifan Muzakki, M.Pd.
Lebih jauh lagi, sinergi antara kemampuan mengolah lisan dan kematangan wawasan keberagaman ini diharapkan mampu mencetak lulusan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga anggun secara moral dan berjiwa inklusif. Febry Satya Wibawa Hussein, M.Pd., Gr., turut membagikan pandangannya yang sangat mendalam mengenai visi masa depan dari diselenggarakannya pelatihan terpadu ini.
Beliau menekankan bahwa menjadi pembicara yang handal berarti membawa tanggung jawab moral untuk merajut persaudaraan di tengah perbedaan.
“Pelatihan moderasi beragama dan public speaking yang dilaksanakan di MAN Lumajang bertujuan untuk melatih menjadi pembicara yang baik yang memiliki gagasan, mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, bertanggungjawab terhadap perkataannya, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membangun generasi religius, toleran, percaya diri, santun dalam berbicara, kritis dalam berpikir dan siap menjadi pemimpin di masa depan, maka dari itu untuk murid MAN Lumajang untuk selalu bisa berani berbicara, bijak bersikap dan kuat dalam persaudaraan”, tutur Febry Satya Wibawa Hussein.






