Frensia.Id- Bupati Jember Muhammad Fawait menemui jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta untuk menyerahkan hasil verifikasi data kemiskinan ekstrem.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jember memaparkan temuan belasan ribu penerima bantuan sosial (Bansos) yang ternyata sudah meninggal dunia.
Bupati Fawait menjelaskan, langkah berani ini diambil dengan mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Jember untuk turun langsung melakukan verifikasi faktual (ground check) ke desa-desa.
Hasilnya, dari 16.775 penduduk kategori miskin ekstrem (Desil 1) yang disisir, ditemukan belasan ribu data tidak tepat sasaran karena penerimanya telah wafat.
“Pemkab Jember bergerak cepat menerbitkan 14.462 akta kematian secara massal. Data warga yang telah wafat ini tercatat masih aktif menerima berbagai bantuan, dengan rincian 10.480 jiwa penerima Bansos PBI-JK, 2.845 penerima PKH, dan 3.317 penerima Program Sembako (BPNT),” katanya, Kamis (25/6/2026).
Selanjutnya kata dia, verifikasi untuk Desil 1 telah selesai rampungkan secara menyeluruh. Ke depan, Jember berkomitmen tidak akan berhenti di sini.
“Kami akan terus melanjutkan langkah ini guna membantu verifikasi data untuk Desil 2, Desil 3, hingga Desil 4 atau 5,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait ini menambahkan, bahwa ketepatan data adalah kunci utama. Agar alokasi anggaran bisa lebih efektif.
“Ketepatan data adalah kunci utama agar APBN maupun APBD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus membuka ruang kuota baru bagi warga miskin lain yang selama ini terlewat dari bantuan,” paparnya.
Mendengar laporan tersebut, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gus Fawait dan jajaran Pemkab Jember.
Menurutnya, kebijakan menggerakkan ASN ke lapangan ini patut menjadi contoh teladan bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami mengapresiasi tinggi apa yang dilakukan Pemkab Jember. Pemerintah memegang mandat penuh dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan DTSEN diperbarui dan semakin akurat,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa kevalidan data dari daerah sangat krusia. Tujuannya ialah untuk program-program strategis nasional ke depan.
“Validitas data ini krusial agar bantuan sosial tepat sasaran serta program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat berjalan optimal guna memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, menindaklanjuti kunjungan ini, Kemensos melalui Pusdatin akan segera melakukan pembersihan data (cleansing data).
Kuota kosong yang ditinggalkan oleh penerima yang telah meninggal dunia akan langsung dialihkan untuk menampung warga miskin baru yang benar-benar membutuhkan.






