Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP

Thursday, 6 August 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (tengah), bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait (kanan) saat menyerahkan KTP kepada salah satu warga desa (Foto: Fadli/Frensia).

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (tengah), bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait (kanan) saat menyerahkan KTP kepada salah satu warga desa (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember kurang 3 persen lagi warganya telah menyelesaikan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Kata dia, dari jumlah 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia saat ini yang memiliki KTP sudah berjumlah 214 juta jiwa.

Sedangkan untuk yang sudah perekaman KTP berjumlah 208 juta jiwa.

“Artinya 97,5 persen, penduduk Indonesia itu sudah rekam. Hampir bisa dipastikan kalau dapat fotonya aja kita tahu siapa dia. By name, by address,” kata Teguh, saat acara Rebranding Dukcapil Fasilitasi dalam Pendaftaran Penduduk melalui Layanan Jemput Bola di Daerah, di Kantor Kecamatan Ajung, pada Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Teguh mengapresiasi atas adanya Program Peta Cinta, sehingga dari 2,6 juta jiwa jumlah penduduk Kabupaten Jember, ada 2,390 juta jiwa yang telah memiliki KTP.

“Sudah 97 persen penduduk Jember itu yang sudah rekam KTPnya. Apalagi nanti dengan inovasi Peta Cinta, akan cepat tinggal sedikit lagi 3 persen insyaallah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat

Menurutnya, dokumen kependudukan yang dimiliki warga negara, bukan hanya sebagai dokumen identitas, namun juga untuk pengakuan secara hukum.

“Oleh karena itulah hak setiap warga negara. Karena hak setiap warga negara, maka negara wajib hadir,” ujarnya.

Kata Teguh, Program Peta Cinta di Kabupaten Jember, merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam pelayanan administrasi kependudukan pada masyarakat.

“Hadirnya pelayan publik harus cepat, tepat, akurat, mudah, membahagiakan dan gratis tanpa ada pungutan sepeser rupiah pun. Terbukti tadi kita tanya, ada yang bayar tidak? Tidak ada,” ujarnya.

Teguh juga menyampaikan bahwa saat ini data kependudukan mulai digunakan untuk berbagai permohonan, dan juga digitalisasi berbagai program kebijakan pemerintah, salah satunya bagi penerima Bantuan Sosial (Bansos).

“Kenapa perlu digitalisasi. Karena Bansos yang sekarang ini banyak miss targetnya, tata kelolanya dan sebagainya. Nanti dengan digitalisasi Bansos, orang daftar Bansos itu bisa langsung seketika,” tegasnya.

Baca Juga :  Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa saat ini masyarakat tidak perlu kebingungan kehabisan blanko KTP saat mengurus dokumen kependudukan.

“Maka hari ini sudah ada di kantor-kantor kecamatan tahun 2026. Kita memastikan setiap warga Jember yang butuh KTP tidak boleh dipersulit, tidak boleh bayar, karena memang sudah digratiskan oleh kementerian,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa di Kabupaten Jember telah mempunyai kanal aspirasi bernama Wadul Gus’ di seluruh Media Sosial, sehingga warga yang mengalami keluh kesah infrastruktur dan pelayanan bisa langsung melapor.

“Jadi kami untuk memastikan hari ini pelayanan publik terlaksana dengan baik di Kabupaten Jember, termasuk Peta Cinta kami memberikan sebuah kanal yaitu Wadul Gus ‘e,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil
DPRD Jember Buka Suara soal Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates Ternyata Tak Punya KTP
Anggota DPRD Jember David Soroti Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates: Ini Tragedi Kemanusiaan
Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat
Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Baca Lainnya

Wednesday, 4 November 2026 - 21:09 WIB

Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil

Wednesday, 4 November 2026 - 19:55 WIB

DPRD Jember Buka Suara soal Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates Ternyata Tak Punya KTP

Wednesday, 4 November 2026 - 14:27 WIB

Anggota DPRD Jember David Soroti Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates: Ini Tragedi Kemanusiaan

Sunday, 1 November 2026 - 22:37 WIB

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat

Saturday, 31 October 2026 - 22:47 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk

TERBARU

Pelaku berinisial MFR (28), saat sedang menjalani penyidikan di Mapolres Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Criminalia

Kronologi Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi yang PLP di Jember

Tuesday, 3 Nov 2026 - 16:00 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading