3 Lagu Kritik Iwan Fals Diteliti Akademisi UNPAD, Tidak Masuk Gerakan Sosial Baru

Minggu, 1 Desember 2024 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar 3 Lagu Kritik Iwan Fals Diteliti Akademisi UNPAD, Tidak Masuk Gerakan Sosial Baru (Sumber: Grafis/ Mashur Imam)

Gambar 3 Lagu Kritik Iwan Fals Diteliti Akademisi UNPAD, Tidak Masuk Gerakan Sosial Baru (Sumber: Grafis/ Mashur Imam)

Frensia.id – Tiga lagu kritik Iwan Fals yang terkenal, yakni “Tikus-Tikus Kantor,” “Ambulans Zig-Zag,” dan “Suara Buat Wakil Rakyat,” baru saja diteliti oleh Zalsa Pramudya Wiyanti, seorang akademisi dari Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Penelitian ini, yang diterbitkan pada 2024, memfokuskan pada peran musik protes Iwan Fals sebagai medium kritik terhadap rezim Orde Baru. Meskipun lagu-lagu tersebut memiliki kontribusi dalam membangun opini dan semangat gerakan sosial, hasil riset menunjukkan bahwa lagu-lagu ini tidak bisa dikategorikan sebagai bagian dari gerakan sosial baru.

Menurut Zalsa, meskipun musik protes Iwan Fals dapat dikatakan sebagai bentuk perlawanan simbolik, hal ini tidak memenuhi kriteria gerakan sosial baru. Pada masa Orde Baru yang represif, perlawanan terhadap pemerintah lebih banyak dilakukan secara tersembunyi, salah satunya melalui musik yang menjadi bentuk perlawanan simbolik.

Dalam konteks ini, Iwan Fals menggunakan lagu-lagunya sebagai sarana untuk mengekspresikan kritik terhadap ketidakadilan sosial dan korupsi yang terjadi di pemerintahan, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Baca Juga :  Faktor Fans Musik Hardcore Cenderung Vandalis? Pernah Diteliti Akademis ISI Yogyakarta

Beberapa simbol yang digunakan dalam lagu-lagu Iwan Fals, seperti “tikus kantor” dan “kucing,” mengacu pada pejabat korup dan pengawas yang terlibat dalam praktik-praktik tersebut. Sementara itu, simbol lain seperti “ambulans” dan “helicak” menggambarkan kesenjangan sosial dalam layanan publik, seperti fasilitas rumah sakit yang tidak memadai untuk rakyat.

Selain itu, bahasa yang sinis dan tegas digunakan Iwan Fals untuk menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keadaan sosial yang timpang.

Namun, meskipun lagu-lagu kritik ini memiliki dampak dalam membangkitkan semangat gerakan sosial, peneliti menilai bahwa mereka tidak membentuk pola perlawanan sosial baru.

Gerakan sosial baru sendiri, menurut penelitian ini, melibatkan aksi kolektif dengan tujuan bersama yang mengarah pada perubahan sosial melalui solidaritas dan identitas kolektif. Lagu-lagu Iwan Fals, meskipun mengangkat isu-isu penting seperti korupsi dan ketidakadilan sosial, tetap merupakan bentuk kritik individu yang tidak disertai dengan aksi kolektif.

Baca Juga :  Perayaan Sewindu KSBN, Stafsus Kementerian Komdigi Tampil Cantik dengan Kebaya Janggan

Penelitian ini menunjukkan bahwa meski musik protes Iwan Fals berfungsi untuk menyatukan perasaan, membangun opini, dan memberi inspirasi bagi gerakan sosial, ia tidak memenuhi ciri khas aksi kolektif yang menjadi dasar gerakan sosial baru.

Musik protes ini lebih berperan sebagai alat untuk mengganggu pemerintah dan memberikan kritik, mirip dengan karakteristik gerakan sosial baru yang mengangkat isu nonmaterialistik dan menggunakan taktik yang disruptif. Namun, perlawanan ini tetap tidak terjadi dalam bentuk aksi bersama yang terorganisir.

Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan—terutama dalam hal ruang lingkup, objek penelitian, dan kendala wawancara dengan Iwan Fals yang tidak dapat dilakukan karena jadwal tur—temuan yang dihasilkan tetap memberikan wawasan yang menarik tentang bagaimana musik Iwan Fals berfungsi sebagai media kritik sosial.

Ketiga lagu tersebut tetap relevan untuk dibahas, mengingat tema-tema yang diangkat masih bersinggungan dengan kondisi sosial-politik yang ada.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ramadan, Musik Religi, dan Keabadian Musisi Favorit Generasi Milenial
Sukatani, Band Punk yang Diduga Diintimidasi Polisi, Ternyata Telah Diteliti Akademisi UNY
Dara Sarasvati Kembali Memukau dengan Menampilkan Busana Ratu Kidul
Sukatani Jadi Yang Ke-6, Masuk Musisi Tanah Air Yang Pernah Dicekal Pemerintah
Tentang Polemik Lagu Sukatani, Fadli Zon Anggap Tak Masalah Asal…
Faktor Fans Musik Hardcore Cenderung Vandalis? Pernah Diteliti Akademis ISI Yogyakarta
Diumumkan! 4 Personel Polisi Buntut Kasus Intimidasi Sukatani, Masih Direspon Buruk Warganet
Perayaan Sewindu KSBN, Stafsus Kementerian Komdigi Tampil Cantik dengan Kebaya Janggan

Baca Lainnya

Sabtu, 8 Maret 2025 - 03:50 WIB

Ramadan, Musik Religi, dan Keabadian Musisi Favorit Generasi Milenial

Minggu, 23 Februari 2025 - 18:22 WIB

Sukatani, Band Punk yang Diduga Diintimidasi Polisi, Ternyata Telah Diteliti Akademisi UNY

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:54 WIB

Dara Sarasvati Kembali Memukau dengan Menampilkan Busana Ratu Kidul

Minggu, 23 Februari 2025 - 06:11 WIB

Sukatani Jadi Yang Ke-6, Masuk Musisi Tanah Air Yang Pernah Dicekal Pemerintah

Minggu, 23 Februari 2025 - 05:11 WIB

Tentang Polemik Lagu Sukatani, Fadli Zon Anggap Tak Masalah Asal…

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB