Frensia.id- 4 fakta tercatat begitu memilukan yang berhubungan dengan lagu Bob Marley, “No Woman, No Cry”. Banyak interpretasi pada lirik lagu fenomenal ini, banyak juga yang salah paham.
Lagu yang dipopulerkan oleh Bob Marley dan The Wailers ini berusia lebih lama dari penulis dan penyanyinya. Hingga saat ini, masih banyak yang menyanyikan dan cukup sakral bagi para Fans Bob Marley.
Lagu yang ada dalam album Natty Dread ini banyak dimaknai keliru. Ada yang mengartikan “tak ada wanita, tak akan menangis”. Padahal kalimat itu bukan bahasa Inggris British, namun merupakan dialek Jamaika.
Pada dialek Jamaika, “No” dapat diartikan sebagai “Don’t”. Jadi makna sesungguhnya, adalah “Jangan, Gadis! Jangan Menangis”.
Tentu, masih banyak makna salah kaprah lainnya. Banyak tafsir pada lagu populer ini, tidak heran jika dikaji banyak pihak.
Frensia.id mengumpulkan beberapa fakta menarik yang ada dalam lagu tersebut. Setidaknya ada empat fakta memilukan dari lagu ini. Keempatnya berasal dari pemaknaan beberapa pakar, hingga fenomena lagu ini berusaha dikumpulkan.
Gadis Hebat, Karib Bob Marley
Seorang gadis bernama lengkap Vincent Ford, tenar karena diduga sebagai pencipta lagu “No Woman, No Cry”. Ia merupakan karib dekat Bob Marley.
Kisahnya sangat memilukan, dua kakinya diamputasi karena terserang penyakit diabetes. Walaupun demikian, ia dikisahkan pernah menyelamatkan orang tenggelam tanpa dua kakinya.
Bob Marley sangat simpati padanya. Bahkan yang mengejutkan, ia mendaftarkan lagunya sebagai karya gadis yang hingga hidupnya bekerja di dapur umum Trenchtown.
Kemiskinan Trenchtown
Hal yang pasti dalam lagu “No Woman, No Cry” adalah kondisi kehidupan masyarakat Trenchtown. Kota ini merupakan tempat tinggal Bob Marley yang kumuh.
Adapun potongan lirik yang mengisahkan kehidupan kota tersebut adalah In the government yard in Trenchtown. And then Georgie would make the fire lights, I say Log would burnin’ through the nights, yeah Then we would cook corn meal porridge, I say Of which I’ll share with you.
Bait tersebut dikaji oleh beberapa pakar sebagai gambarkan kehidupan masyarakat Trenchtown yang penuh keterbatasan. Mereka hanya makan bubur jagung dan itu pun dimakan bersama-sama.
Kehidupan masyarakat yang sengsara ini, memang merupakan fenomena tempat tinggal Bob Marley. Pemerintah tidak dapat mengurus secara baik, dan penduduk kota sangat padat.
Royalty Untuk Karib Gadisnya
Dengan didaftarnya lagu tersebut atas nama Vincent Ford, maka royalty yang didapatkan tentu mengalir kepada gadis yang dibanggakan oleh Bob Marley ini. Setiap income adalah keuntungan bagi perempuan yang kehilangan dua kakinya tersebut.
Sebenarnya bukan hanya lagu tersebut. Bob Marley sebelum meninggal pernah mengeluarkan pernyataan bahwa royalty lagunya memang diniatkan untuk para sahabat dan keluarganya.
Sayangnya, setelah kematiannya, hal tersebut malah menjadi masalah. Danny Sims, mantan manajer Bob Marley menggugat royalty tersebut. Ia menganggap Bob Marley telah melakukan kejahatan, sebab memanipulasi pengarang lagu untuk menghindari pajak pribadinya.
Ada Kanker Di Kaki
Diceritakan juga, bahwa Bob Marley meninggal karena kanker yang awal muncul di kakinya. Marley didiagnosis mengidap melanoma ganas di bawah kuku kaki.
Lantas apa hubungannya dengan lagu “No Woman, No Cry” ? ada bait lagu yang tampak berhubungan dengan kejadian kematiannya ini, “My feet is my only carriage, and so I’ve got to push on through But while I’m gone Everything’s gonna be alright”.
Dalam bait lagu tersebut dijelaskan bahwa kakinya adalah satu-satunya kendaraannya. Jika pada saatnya, ia menunggal/pergi, maka segalanya tetap akan baik-baik saja.
Bait ini tampak merupakan nasehat pada seorang perempuan tentang penyakitnya. Bob Marley seolah telah paham menjelang kematiannya kakinya akan diminta diamputasi.
Ia memilih untuk mempertahankan kakinya, sebab merupakan satu-satunya kendaraan. Sayangnya, dirinya pun harus berakhir karena mempertahankan keduanya kakinya.