4 Jalur Rezeki Menurut Islam, Elon Musk Lewat Jalur mana?

Minggu, 31 Maret 2024 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Sumber Freepik @Jcomp

Ilustrasi, Sumber Freepik @Jcomp

Frensia.id- Elon Musk, seorang konglomerat terpopuler. Namanya menjadi trending topik pada Oktober tahun 2022, setelah dirinya membeli platform sosial media Twitter dengan harga yang cukup fantastis, yaitu US$44 Miliar (atau sekitar Rp685 Triliun).

Sebagaimana dilansir dari Amartha.com, CEO Tesla ini merupakan orang terkaya kedua di dunia pada tahun 2024 setelah Bernard Arnault. Dengan kekayaan senilai US$204,7 Miliar atau sekitar Rp3,2 Kuadriliun bila dirupiahkan. Diketahui Elon Musk memiliki 6 perusahaan ternama, karir bisnisnya meraih prestasi gemilang didukung oleh kesuksesan Tesla.

Anugerah rezeki yang diperoleh Elon Musk merupakan manifestasi dari sifat Ar-Rohman Allah SWT. Yang mana mempunyai arti bahwa Allah SWT mempunyai kasih sayang kepada makhluknya di dunia dan akhirat tanpa memandang iman yang dianut. Berbeda dengan Ar-Rahim, yang mempunyai arti kasih sayang Allah SWT kepada makhluknya di akhirat saja, yaitu diperuntukkan kepada hambanya yang beriman.

Rezeki mempunyai definisi yang sangat luas, tidak sekedar kekayaan nominal saja, tetapi juga mencakup banyak aspek yang dapat dirasakan termasuk iman, kesehatan, ketenangan hati, kebebasan dan sebagainya.

Untuk rezeki dalam arti sempit, yaitu nominal kekayaan memang menjadi tolak ukur yang mudah untuk dinilai bahwa seseorang itu kaya atau tidak. Dalam kategori ini Elon Musk tampak memperoleh jatah berlimpah yang dianugerahi oleh Allah SWT. Berkaitan dengan cara Allah memberikan rezekinya, terdapat empat jalur yang dapat difahami berdasarkan yang tercantum dalam Al-Qur’an. Elon Musk masuk kategori yang mana? Berikut kami uraikan.

Pertama, dijamin (Madhmun),  jalur ini berdasarkan firman Allah SWT:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ 

Baca Juga :  Khutbah Jumat KH. Ilyas Syarqawi Guluk-Guluk Sumenep Bagian 9

“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (QS Hud:6).

Pada kategori ini rezeki makhluk yang telah Allah SWT jamin, maka tidak ada siapapun yang mampu menghalanginya. Hal ini dapat kita lihat pada burung, mereka tidak pernah bekerja tetapi dapat menghidupi keluarganya. Artinya apapun yang telah menjadi garis tangan seseorang, tercatat di lauh mahfudz, maka tidak ada siapapun yang mampu menolak atau menghapus garis tersebut.

Kedua, diusahakan (Muktasab), jalur ini berdasarkan firman Allah SWT:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (QS. An-Najm:39).  

Katagori kedua ini sangat rasional. Harta didapat dengan cara logis yakni kerja keras. Orang yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang kaya namun juga pekerja yang tangguh. Hasil kerjanya senada dengan rezeki yang didapat.  

Ketiga, tidak disangka-sangka (la yahtasib), jalur ini berdasarkan firman Allah SWT:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

 “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq:2).

Kategori ini merupakan sesuatu yang berada diluar rencana, prediksi dan usaha dari seorang hamba. Bisa pula dikatakan, setelah seseorang telah berusaha akan sesuatu tidak menuai apapun akan tetapi telah disiapkan oleh Allah SWT rencana yang lain. Hal ini sering kita dapati dalam kategori sehari-hari dalam ukurannya yang kecil ataupun besar.

Keempat, dihimpun (madhmum), jalur ini berdasarkan firman Allah SWT:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Baca Juga :  Tuhan, Jangan Biarkan Aku Puasa Kosong

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih bujangan di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya” (QS. an-Nur: 32)

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu” (QS. al-Isra 31)

Kedua ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa seorang istri dan anak membawa rezekinya sendiri. Apabila seorang laki-laki menikah, mempunyai istri dan lantas mempunyai anak, sebagai tanggung jawab dari seorang suami dan seorang ayah maka rezeki tersebut akan dihimpun kepadanya.

Berdasarkan penjelasan di atas, tampaknya Elon Musk masuk kategori kedua di atas. Sebagaimana dipahami bahwa Elon Musk, sekalipun ia terlahir dari keluarga kaya, campur tangan yang ia lakukan mempunyai nilai signifikan untuk menjadikan dirinya masuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Bersama saudaranya Kimbal, pada tahun 1995 Musk mendirikan perusahaan perangkat lunak panduan kota online Zip2, pada tahun yang sama ia juga mendirikan X.com, pada tahun 2002 Musk mendirikan SpaceX, sebuah perusahaan layanan penerbangan luar angkasa.

Pada tahun 2004, ia menjadi investor awal di kendaraan listrik Tesla Motors, Kemudian menjabat sebagai CEO pada tahun 2008. Usaha yang ia lakukan lantas mengantarkan dirinya sebagai salah seorang terkaya di dunia dan patut diperhitungkan hingga hari ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Balad Grup Jalin Kerja Sama Perikanan Budidaya dengan Tiga Negara, Buka 500 Ribu Lapangan Kerja
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Kunjungan ke Bazar UMKM, Wabup Jember: Penggerak Ekonomi Bukan Hanya dari APBD
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Jumat, 28 Maret 2025 - 12:22 WIB

Balad Grup Jalin Kerja Sama Perikanan Budidaya dengan Tiga Negara, Buka 500 Ribu Lapangan Kerja

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB