Buku “Satriducatin”, Hubungkan Santri Dengan Tantangan Industri

Tuesday, 6 August 2024 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Buku “Satriducatin”, Hubungkan Santri Dengan Tantangan Industri (Ilustrasi?Istimewa)

Gambar Buku “Satriducatin”, Hubungkan Santri Dengan Tantangan Industri (Ilustrasi?Istimewa)

Frensia.Id- Buku berjudul “Santriducaton”, cukup menarik untuk dibaca para peneliti dan pengelola pesantren. Karya M. Nawa Syarif Fajar Sakti ini mempertemukan santri pada perkembangan industri dewasa ini.

Fajar Sakti mengurai seluruh perkembangan industri merupakan sebuah keniscayaan yang tak mungkin dihindari. Terpisahnya nitizen sebagai realitas baru perkembangan industri telah berpisah pada citizennya.

Ruang kontestasi dan kebutuhan pada pendidikan pun mulai beralih. Ruang publik baru dan arus perkembangan dianggap telah berganti jalur.

Pada konteks realitas pertumbuhan industri teknologi yang pesat ini, pendidikan pesantren benar-benar memiliki tantangan yang besar. Jika tidak pandai menformat pendidikan untuk para santri, akan pelan-pelan peranya melemah di masyarakat.

Kekhawatiran yang mendalam dari fenomena demikian, membuat Fajar Sakti menulis buku dengan judul, Santriducation. Isinya untuk memberikan pandangan pada dalam merekatkan kompetensi santri pada kebutuhan dan masalah pertumbuhan industri.

Baca Juga :  IMMH UI Sampaikan Catatan Kritis dalam RDPU Bersama Komisi X DPR RI Soal RUU Sisdiknas

Baginya, setidaknya, sebagaimana fungsi lembaga pendidikan pada umumnya, ada lima hal perlu dilakukan oleh pesantren. Keempatnya adalah kompetensi dalam memecahkan masalah (problem solving), beradaptasi dengan perubahan (adaptability), bekerja secara kolaboratif (collaboration), memperkuat jiwa kepemimpinan (leadership), serta memiliki kreativitas dan inovasi (creativity and innovation).

Untuk mewujudkan keterampilan-keterampilan ini, diperlukan pendidikan yang memahami revolusi industri 4.0 dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk pesantren, yang perlu menyesuaikan metode dan kurikulum mereka agar dapat membekali santri dengan kompetensi yang relevan dengan era digital dan global saat ini.

Karyanya telah memberikan ilustrasi hebat tentang kondisi global dan revolusi industri saat ini dari perspektif pendidikan. Ia berupaya mengungkap seluruh tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pondok pesantren dalam menghadapi perubahan zaman di abad ke-21.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama

Ia memandang bahwa setiap individu dan lembaga pesantren sudah saat memulai dengan menyusun kesepakatan yang sama. Strategi dan persiapan telah sangat dibutuhkan agar sumber dayanya mampu menghasilkan mutu sesuai yang dibutuhkan.

Tujuannya, tentu adalah terbentuknya santri milenial dapat menjadi aktor aktif (fa’il) dalam era digital yang sedang berkembang. Agar tidak digilis arus modernisasi karena hanya jadi objek pasif (maf’ul).

Untuk itu, sudah saatnya pesantren berperan aktif dalam mempersiapkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi secara positif di tengah dinamika globalisasi dan kemajuan teknologi. Pesantren harus berani berubah, sebab itu adalah pangkal terjadinya kemajuan.

Buku yang telah diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 2020 lalu ini tampak menekankan agar santri mampu beradaptasi dan bergerak menuju perubahan. Pesantren tidak bisa berdiam diri menghadapi perubahan yang terus-menerus terjadi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian
Diminati Masyarakat Internasional, Fakultas Dakwah UIN KHAS Sambut Kedatangan Mahasiswa dari 5 Negara
Puluhan Anak dan Wali Murid di Jember Diare Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Baca Lainnya

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

Tuesday, 28 July 2026 - 10:40 WIB

Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga

Monday, 27 July 2026 - 10:50 WIB

Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

TERBARU

Dinkes Jember saat melakukan rontgen paru-paru warga di salah satu Kantor Desa (Foto: Dinkes Jember)

Healthia

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Friday, 31 Jul 2026 - 19:42 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading