Pengembangan Perumahan di Jember Bikin Saluran Irigasi Pertanian Tertutup

Tuesday, 18 November 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi C DPRD Jember saat melakukan sidak ke saluran irigasi. (Sumber foto: isttimewa)

Komisi C DPRD Jember saat melakukan sidak ke saluran irigasi. (Sumber foto: isttimewa)

Frensia.Id- Saluran irigasi pertanian di dekat salah satu perumahan di Kecamatan Sumbersari tertutup selama lima tahun. Hal ini mengakibatkan para petani di kawasan Jalan Pengandaran, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember kesulitan mengairi sawahnya.

Pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Jambuan Jaya Antirogo, Marzuki Yaman menyampaikan, sejak saluran irigasi tertutup. Pata petani terpaksa menyedot air sungai menggunakan mesin pompa air.

“Akibat saluran irigasi tertutup, petani kesulitan mendapatkan air. Caranya harus memompa air ke sungai,” katanya, Senin (17/11/2025).

Disisi lain, Petani bernama Hidayat menyebut, kondisi ini membuat biaya pertanian membengkak. Karena petani harus mengeluarkan uang untuk beli bahan bakar minyak (BBM) mesin pompa air.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Gelar Sosialisasi Fatwa KUPI: Lindungi Perempuan dari Praktik Sunat yang Membahayakan

“Kalau waktu tanam padi saat awal tanam, bisa biaya Rp 1,5 juta (beli BBM) dalam satu musim tanam,” ujarnya.

Kata dia, dampak penutupan saluran irigasi. Membuat petani di kawasan perumahan tersebut memilih menjual lahannya.

“Sekarang tinggal 2,5 hektar, sebelumnya itu 5 hektar. Karena irigasinya ditutup dan airnya tidak ada, akhirnya tanah itu dijual,” paparnya.

Hidayat berharap, agar petani lebih diperhatikan. Penghasilan mereka yang pas-pas an mestinya tidak ditambahi beban dengan kesulitan untuk mendapatkan air (ke sawah).

“Kami harap, petani yang penghasilannya pas-pas an ini lebih diperhatikan,” tambahnya.

Keluhan petani tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak DPRD Jember. Pada Jum’at (14/11) lalu, mereka melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke saluran irigasi dekat salah satu perumahan.

Baca Juga :  Bupati Fawait Ajak Petani Kumpul Pastikan Bantuan Pertanian Tak Salah Arah

“Saat kami melakukan sidak, ada temuan bahwa saluran irigasi memang tertutup,” ungkap Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto.

David menambahkan, pengembangan yang dilakukan perumahan sehingga mengakibatkan saluran irigasi tertutup adalah pelanggaran. Maka dari itu, pihaknya meminta OPD terkait untuk mengecek kembali mengenai perizinannya.

“Ini kan pelanggaran, kami minta nanti OPD bagian perijinan untuk mengecek lagi perizinannya (perumahan), apakah sudah sesuai mekanisme atau belum,” jelasnya.

“Hasil inspeksi ini juga sudah kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindak lanjuti,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Agen LPG Siapkan Strategi Khusus, Antisipasi Lonjakan Permintaan Gas Subsidi Jelang Nataru
Alasan Lion Air Mendukung dan Melayani Penerbangan Jember-Denpasar
Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG Jelang Nataru, Imbau SPPG Tak Gunakan Gas Subsidi
Bayi Laki-Laki di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Makam
Warga Jember Dipenjara Gegara Gadaikan Motor Kredit
Jelang Nataru, Hiswana Migas Pastikan Stok BBM di Jember Aman
Jelang Nataru, KNKT Lakukan Inpeksi ke KAI Daop 9-Pantau Titik Rawan
Satlantas Polres Jember Menindak 1.945 Pelanggar Selama Operasi Zebra Semeru 2025

Baca Lainnya

Saturday, 6 December 2025 - 14:16 WIB

Agen LPG Siapkan Strategi Khusus, Antisipasi Lonjakan Permintaan Gas Subsidi Jelang Nataru

Friday, 5 December 2025 - 17:23 WIB

Alasan Lion Air Mendukung dan Melayani Penerbangan Jember-Denpasar

Friday, 5 December 2025 - 11:23 WIB

Bayi Laki-Laki di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Makam

Thursday, 4 December 2025 - 18:02 WIB

Warga Jember Dipenjara Gegara Gadaikan Motor Kredit

Thursday, 4 December 2025 - 17:47 WIB

Jelang Nataru, Hiswana Migas Pastikan Stok BBM di Jember Aman

TERBARU