Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber: Foto Instagram Luhut.Pandjaitan

Sumber: Foto Instagram Luhut.Pandjaitan

Frensia.id- Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan berharap akan adanya kesadaran kolektif dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi dinamika global, yakni ketegangan antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran. Hal tersebut ia sampaikan dalam unggahan Instagram lewat akun pribadinya pada Kamis (05/03/26).

Menurutnya, berdasarkan pertimbangan ketegangan tersebut akan memiliki potensi dampak berkelanjutan, terutama bagi kondisi perekonomian Indonesia.

“Saya berharap dengan kesadaran kolektif dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah, kita dapat melewati tantangan ekonomi global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan dalam negeri,” ungkap Luhut.

Penasehat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan ini juga memprediksi ketegangan antara dua kubu belum bisa berakhir dalam waktu yang singkat.

Luhut juga memberikan analisisnya terkait dengan adanya ketegangan ini terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Warga Pesanggaran Pergoki Tetangga Curi 151 Kg Buah Naga, Digelandang ke Polisi

“Satu hal yang saya terus pantau dari eskalasi ketegangan ini adalah adanya potensi gangguan pada jalur distribusi energi seperti di Selat Hormuz. Yang tentu saja dampaknya akan terasa langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Ketahanan energi merupakan urat nadi yang menentukan kesejahteraan masyarakat serta kesinambungan APBN.” Ungkapnya.

Dalam menyikapi kondisi global di Timur Tengah, selain meninjau dampak ekonomi, Luhut juga memberikan arahan tentang bagaimana selayaknya Indonesia menentukan arah.

“Di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi bangsa ini. Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun, bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang dan juga negara muslim seperti Iran.” Jelasnya.

Baca Juga :  Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan

Bersikap secara proporsional dengan tidak memihak kepada salah satu dari dua kubu, menurutnya adalah prinsip yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Oleh karena itu seyogyanya dijadikan acuan untuk dijaga dan dilaksanakan.

“Satu hal yang perlu kita ingat bersama adalah menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Diplomasi Indonesia harus dijalankan secara luwes, proaktif, dan selalu berorientasi pada penguatan ketahanan domestik,” lebih lanjut papar Luhut.

Terakhir kalinya, Luhut kembali menegaskan akan harapannya dengan kesadaran kolektif dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah. Dengan penuh optimisme, ia menyatakan bahwa Indonesia dapat melewati tantangan ini bersama dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan dalam negeri.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemancing yang hilang terbawa Arus, akhirnya ditemukan Tim SAR dalam kondisi Meninggal Dunia
Penyelundupan 5 pake Sabu lewat Alat Kelamin digagalkan petugas Lapas Banyuwangi
Prof Babun, Mantan Rektor UIN KHAS, Jadi Ketua KARTEKER PCNU Jember, Siap Menunggu Instruksi Rais
Momentum Hari Koperasi Nasional, Dekopinda Banyuwangi Bangkit Gagas Kolaborasi Perekonomian Kerakyatan
Waduh! Baru Bebas 2 Minggu, Residivis di Banyuwangi Kembali Edarkan 40 Gram Sabu
Pria Pencari Ikan Hilang dihempas Ombak Pantai Pulau Merah
Ponpes Al-Mashduqiah Probolinggo Wisuda Angkatan XXIII, Lulusannya Tembus Al-Azhar Kairo
Rekam Jejak Ferdi Setiawan: Dari Praktisi TV hingga Akademisi, Siap Menuju Kursi Komisioner KPI

Baca Lainnya

Friday, 17 July 2026 - 22:17 WIB

Pemancing yang hilang terbawa Arus, akhirnya ditemukan Tim SAR dalam kondisi Meninggal Dunia

Friday, 17 July 2026 - 22:13 WIB

Penyelundupan 5 pake Sabu lewat Alat Kelamin digagalkan petugas Lapas Banyuwangi

Thursday, 16 July 2026 - 06:20 WIB

Prof Babun, Mantan Rektor UIN KHAS, Jadi Ketua KARTEKER PCNU Jember, Siap Menunggu Instruksi Rais

Thursday, 16 July 2026 - 05:30 WIB

Momentum Hari Koperasi Nasional, Dekopinda Banyuwangi Bangkit Gagas Kolaborasi Perekonomian Kerakyatan

Thursday, 16 July 2026 - 05:25 WIB

Waduh! Baru Bebas 2 Minggu, Residivis di Banyuwangi Kembali Edarkan 40 Gram Sabu

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat acara Pro Gus 'e di Lapangan SMPN 1 Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Pemkab Jember akan Launching Home Care pada 24 Juli 2026

Friday, 17 Jul 2026 - 20:47 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading