Frensia.Id- Bupati Jember Muhammad Fawait menceritakan potret memilukan mengenai kemiskinan ekstrem.
Dirinya membagikan kisah saat Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) terjun langsung meninjau rumah salah satu warga (melakukan verval).
Fawait mengungkapkan, kondisi hunian warga tersebut sangat tidak layak. Jangankan fasilitas mewah, untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan saja mereka harus berjuang mati-matian setiap harinya.
“Saat ANS lakukan Verval kemarin, banyak rumahnya warga yang tidak layak, makannya seadanya. Bahkan saat Pak Pj. Sekda turun, ada warga makannya hanya nasi. Hanya nasi pakai lombok (cabai), untuk sambal saja,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Selanjutnya, dia menekankan bahwa potret tersebut adalah realitas pahit yang harus diketahui oleh seluruh jajarannya. Menurutnya, banyak warga Jember yang masuk kategori miskin ekstrem harus mencari nafkah di hari yang sama hanya untuk bisa makan seadanya.
“Ini harus kita ketahui bersama, masih banyak masyarakat kita yang sangat miskin,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu sengaja menginstruksikan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember untuk turun langsung ke lapangan melakukan verval.
Dia tidak ingin pendataan kemiskinan hanya sekadar angka di atas kertas atau diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga.
“Kalau tujuannya hanya niat survei saja, kita bisa pakai pihak ketiga, selesai. Tapi saya ingin menggunakan tim saya, para ASN saya, mengetahui kondisi riil di bawah bahwa masih banyak masyarakat Jember yang kondisinya masih miskin ekstrem,” paparnya.
Pihaknya berharap, dengan melihat langsung penderitaan warga. Para ASN memiliki empati dan rasa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan.
“Saya ingin memberikan pesan, saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Saya ingin para ASN saya melihat kondisi riil di bawah. Saya ingin kasih tahu bahwa banyak saudara-saudara kita yang hari ini masih dalam kategori miskin ekstrem,” tandasnya.






