MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi

Thursday, 11 June 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Mahfud MD, menyoroti kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung. Kasus tersebut mencuat setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola dan penyimpangan program MBG.

Dalam podcast Terus Terang yang tayang pada 9 Juni 2026, Mahfud mengaku sejak awal telah meyakini bahwa program MBG berpotensi menimbulkan korupsi apabila tidak dikelola secara baik. Menurutnya, pengelolaan yang dilakukan secara serampangan dan tanpa tata kelola yang jelas akan membuka celah penyimpangan anggaran. Karena itu, ia tidak terkejut ketika kasus dugaan korupsi dalam program tersebut akhirnya terungkap.

Baca Juga :  DPRD Jember Ingatkan Dampak El Nino, Mitigasi Pertanian Jadi Prioritas

Mahfud menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus diusut hingga tuntas.

“Kalau secara hukum harus disidik sampai tuntas, harus diungkap sampai ke akar-akarnya jangan dipilih-pilih,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang berupaya melindungi atau menyelamatkan mereka yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Penegakan hukum, kata Mahfud, harus dilakukan secara objektif dan transparan. Dengan demikian, publik dapat melihat bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu.

Lebih lanjut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai Kejaksaan Agung memikul tanggung jawab yang sangat besar dalam mengungkap perkara tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus MBG diduga melibatkan jaringan yang luas sehingga membutuhkan kerja penegakan hukum yang serius dan mendalam.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo

“Kejaksaan Agung punya tanggung jawab untuk mengungkap kasus ini. Karena kasus ini memiliki jaringan yang banyak sekali,” tegasnya.

Mahfud juga mengungkap alasan mengapa sejak awal dirinya memprediksi program MBG berpotensi melahirkan praktik korupsi. Menurutnya, pengelolaan program tersebut berlangsung tanpa standar nasional yang jelas, mulai dari proses pengadaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Selain itu, ia menilai banyak aspek pelaksanaan yang dilakukan secara tidak terukur dan cenderung ugal-ugalan sehingga membuka ruang terjadinya penyimpangan keuangan negara.

“Di awal saya sudah katakan jika mengelola MBG aut-autan seperti membeli barang sembarangan, makanannya nggak karuan, tidak ada standarnya secara nasional, anggarannya tidak pernah jelas bagaimana pertanggungjawabkannya, semuanya ugal-ugalan,” pungkasnya

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling
Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan
Gus Fawait Optimalkan Pendapatan Daerah di Jember melalui Raperda Baru
Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang
Pemkab Jember Sebut Kehadiran KA Pandalungan 2 Bakal Dongkrak Ekonomi-Pariwisata Daerah
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait
Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru
Tag :

Baca Lainnya

Wednesday, 24 June 2026 - 21:40 WIB

Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling

Tuesday, 23 June 2026 - 14:07 WIB

Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan

Monday, 22 June 2026 - 19:23 WIB

Gus Fawait Optimalkan Pendapatan Daerah di Jember melalui Raperda Baru

Sunday, 21 June 2026 - 22:20 WIB

Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang

Friday, 19 June 2026 - 00:50 WIB

Pemkab Jember Sebut Kehadiran KA Pandalungan 2 Bakal Dongkrak Ekonomi-Pariwisata Daerah

TERBARU

Warga yang usai melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling

Wednesday, 24 Jun 2026 - 21:40 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading