Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengingatkan kepada pelajar di Kabupaten Jember untuk tidak menikah terlebih dahulu sebelum menuntaskan kuliah.
Hal itu dia sampaikan saat menemui sejumlah guru ngaji dan tokoh agama, dalam agenda Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Balai Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember, pada Senin (29/6/2026).
“Jangan dulu menikah, jangan dulu hamil, kuliah dulu,” tuturnya.
Menurutnya, alasan tersebut karena Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Kabupaten Jember masih berjumlah tinggi.
Gus Fawait menyebut bahwa seseorang dikatakan sudah masuk kategori siap hamil dan melahirkan, yaitu antara usia 21 tahun sampai 35 tahun.
Kata Gus Fawait, seseorang akan rawan mengalami kondisi kematian dan gangguan mental, ketika memutuskan untuk menikah dan hamil di usia di bawah 21 tahun.
Dia mengimbau kepada pelajar di Jember agar melanjutkan studinya di kampus impiannya dan tidak terburu-buru untuk menikah.
Sebab, kata dia, Pemerintah Kabupaten Jember, telah menyiapkan dana beasiswa untuk 20.000 mahasiswa, agar bisa kuliah di kampus seluruh Indonesia.
“Termasuk anak-anak ketua pengajian, nanti kalau mau (kuliah) dokter, beasiswa panjenengan ada kategori kekhususan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa seorang anak akan bisa menjadi sukses, apabila mereka mempunyai ilmu.
“Anaknya orang biasa-biasa saja, anaknya orang miskin, bisa jadi kiai, bisa jadi pejabat, sukses, kalau dia mempunyai ilmu,” tegasnya.






