Kades di Jenggawah Jember Hadapi Dilema soal Rencana Pembangunan KDKMP

Thursday, 13 August 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Jatimulyo, Buhari, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi A DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Kepala Desa Jatimulyo, Buhari, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi A DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Kepala Desa (Kades) Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Jember, Buhari, tengah menghadapi dilema terkait penyediaan tanah untuk rencana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Opsi tanah pertama merupakan Tanah Kas Desa (TKD) yang sudah terdapat pemukiman warga, sehingga tidak mungkin akan digusur.

Sedangkan untuk opsi tanah kedua, berstatus Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) atau area sawah produktif yang tidak boleh dialihfungsikan selain aktivitas pertanian.

“Karena tugas Kades itu hanya menyediakan tempat. Tempatnya dua, yang satu ditolak karena merah. Ternyata tanah produktif. Seperti itu,” kata Buhari, saat ditemui setelah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi A DPRD Jember, pada Kamis (13/8/2026).

Buhari mengaku pihaknya bingung dengan penentuan tanah yang telah ditetapkan oleh Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Jember.

“Saya tidak begitu paham titik merah, hijau, itu bagaimana. Ternyata kalau tanah produktif tidak boleh untuk dibangun KDMP. Yang titik satunya, itu memang lahan kering. Tapi ditempati massa jumlahnya 9 orang. Yang 5 sudah pindah, tinggal 4 orang,” tuturnya.

Kata Buhari semula pihaknya tidak mengetahui apabila tanah yang direncanakan untuk pembangunan KDKMP itu ternyata menyerobot lahan produktif.

Baca Juga :  Fraksi NasDem Setujui Rencana Pemkab Jember Utang Rp786 M, Tapi dengan Pembayaran Multiyears

Dia mengetahui hal itu, saat ada pertemuan di kantor desa.

“Ya tidak tahu lah. Tahu-tahuannya setelah dilaporkan sampai ke Kodam, ternyata tidak boleh. Kalau diteruskan uangnya tidak cair, itu saja tahunya saya seperti itu,” kata dia.

Buhari justru berharap pembangunan KDKMP dapat dibangun di tanah mana pun yang terdapat pada desanya.

“Dua titik itu bagi saya halal sudah tidak apa-apa. Di lahan produktif iya, di lahan yang ada penghuninya juga iya bagi saya. Yang penting kita ikut aturan saja,” tuturnya.

Menurutnya, alasan kedua opsi tempat tersebut bagus untuk pembangunan, karena dirasa strategis dan lokasinya berada di jantung desa.

Dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi A DPRD Jember, kata dia, untuk langkah berikutnya akan ditindaklanjuti kemungkinan pada pekan depan.

“Iya, besok pertemuan. Katanya insyaallah yang mengundang Kantor Pertanahan Jember,” tegasnya.

Menanggapi permasalahan itu, Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, mengatakan pihaknya akan mengawal opsi lokasi pembangunan KDKMP sesuai keinginan masyarakat desa.

“Untuk letak lokasi yang pas dan sesuai dengan aturan dari pusat itu seperti apa dan di mana begitu,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Resmi Launching Program Homecare Gratis untuk Warga Jember

Tabroni menjelaskan awal mula masyarakat Desa Jatimulyo, memilh opsi tanah untuk pembangunan KDKMP.

Gerai KDKMP yang seharusnya ditempatkan pada tanah milik desa, namun terhalang karena telah didiami oleh warga, sehingga harus terpaksa menggusurnya.

Setelah itu, warga desa dengan didampingi LSM Laskar Jahanam mencari opsi tanah lain yang mungkin tidak sampai menggusur.

“Nah, tapi di tempat lain itu disebut sebagai bagian dari LSD begitu, yang di mana (PT) Agrinas tidak sepakat karena itu LSD. Nah, di situlah letak soalnya,” kata dia.

Padahal, menurut Tabroni antara peraturan LSD yang berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) dengan peraturan KDKMP berbentuk Intruksi Presiden (Inpres), mempunyai kesamaan kedudukan, yaitu sama-sama dikeluarkan oleh presiden.

Selain itu, kata Tabroni, apabila dibangun KDKMP, maka hanya butuh 1.000 m2, sementara untuk luas LSD ada puluhan ribu hektare.

“Apa tidak bisa dibicarakan kalau 1.000 m2 untuk kepentingan umum, gitu ya. Ini konteksnya program pemerintah pusat,” tegasnya. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU
Tinjau Antrean BBM di SPBU, Bupati Jember Minta Pertamina Buka Rute Cadangan

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Friday, 11 September 2026 - 20:44 WIB

Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja

Thursday, 10 September 2026 - 21:33 WIB

Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading