Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Saturday, 13 June 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat mempresentasikan hasil riset disertasinya di kampus UNAIR, Surabaya (Foto: Istimewa).

Gus Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat mempresentasikan hasil riset disertasinya di kampus UNAIR, Surabaya (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember melesat di angka 6,35 persen pada Kuartal I (Q1). Capaian ini membawa Jember ke posisi puncak di wilayah Sekar Kijang, mengungguli Jawa Timur (5,96 persen) dan nasional (5,61 persen).

Lompatan indikator makro ini dinilai selaras dengan disertasi doktoral Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang baru saja menyelesaikan studi S3 Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga (Unair).

Risetnya membedah peran taktis anggaran daerah agar tidak habis untuk belanja rutin yang konsumtif, melainkan fokus pada sektor berefek berganda (multiplier effect).

“APBD itu stimulus utama di daerah. Kalau habis buat belanja rutin atau birokrasi yang gemuk, ekonomi pasti jalan di tempat,” katanya, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga :  Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Menurutnya, anggaran harus dikocor langsung ke sektor produktif yang menyentuh masyarakat bawah, seperti pertanian, UMKM, dan infrastruktur pinggiran. Di Jember, ketepatan penyaluran stimulus ini terbukti sukses mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Anggaran daerah harus dikonversi menjadi program nyata yang menyentuh akar rumput secepat mungkin sejak awal kuartal,” ujarnya.

Faktor penentu lainnya, kata dia, adalah eksekusi lapangan yang bersih dari hambatan birokrasi. Riset pria yang karib disapa Gus Fawait itu membuktikan, bahwa kelancaran birokrasi mempercepat perputaran uang di masyarakat.

“Begitu sumbatan birokrasi dipangkas, uang berputar cepat di tingkat bawah. Efek dominonya pendapatan riil masyarakat naik dan daya beli meningkat,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta

Dengan pertumbuhan 6,35 persen, Jember kini menjadi lokomotif ekonomi di koridor Sekar Kijang. Jember memimpin jauh di atas Banyuwangi (6,14 persen), Lumajang (5,89 persen), Situbondo (5,50 persen), dan Bondowoso (5,42 persen).

“Daerah yang mampu memaksimalkan belanja publik di awal tahun otomatis akan menarik gerbong ekonomi wilayah di sekitarnya,” tambahnya.

Dia menegaskan, gelar Doktor Ilmu Ekonomi yang diraihnya memiliki tanggung jawab moral yang besar. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Gelar doktor ini bukan untuk gagah-gagahan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berbanding lurus dengan isi dompet masyarakat, artinya kemiskinan turun dan lapangan kerja terbuka lebar,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan
Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan
Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Baca Lainnya

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

Monday, 26 October 2026 - 14:07 WIB

DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

Saturday, 24 October 2026 - 22:24 WIB

PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

TERBARU

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Republik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, saat ditemui pimpinan dekanat, setelah menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung FTIK.(Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Mahasiswa FTIK UIN KHAS Demo Tuntut Perlindungan Mahasiswa PLP

Friday, 30 Oct 2026 - 15:22 WIB

Gambar Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal

Thursday, 29 Oct 2026 - 21:40 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading