Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

Thursday, 11 June 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Kejaksaan Agung kembali mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, penyidik menetapkan AYS, seorang pihak swasta, sebagai tersangka baru yang diduga memiliki peran dalam rangkaian penyimpangan program yang sejatinya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026), bahwa AYS diduga terlibat dalam proses pencarian dan pengaturan mitra pelaksana program MBG. Dalam perkara ini, AYS disebut tidak hanya berhubungan dengan aspek administratif program, tetapi juga diduga memiliki akses yang memengaruhi proses penentuan pihak-pihak yang dapat terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Dengan kasus posisi sebagai berikut kurang lebih, bahwa AYS ini merupakan pihak swasta yang diminta oleh tersangka SS (Sony Sonjaya) selaku Wakil Kepala BGN untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program makan bergizi gratis,” ujar Syarief.

Syarief mengatakan Sony diduga memberi akses kepada AYS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG. Sehingga, Sony mengetahui titik dapur yang kosong dan membatalkan status calon SPPG yang semula telah disetujui di portal mitra MBG.

Baca Juga :  Giliran Satgas MBG Jember Sidak SPPG Penyebab 18 Siswa TK-PAUD Keracunan

Sebagai informasi, kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya telah menjerat tiga mantan pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka. Ketiganya adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Dalam perkara tersebut, penyidik menduga terjadi berbagai penyimpangan dalam tata kelola program MBG, mulai dari dugaan afiliasi para tersangka dengan yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga dugaan penggelembungan harga (markup) dalam pengadaan sejumlah barang, seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.

Menurut penyidik, akses yang diberikan kepada AYS diduga membuka ruang bagi terjadinya pengaturan dalam proses verifikasi mitra MBG. Akibatnya, sejumlah calon SPPG yang sebelumnya telah memenuhi syarat dan memperoleh persetujuan justru kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi setelah status pendaftarannya dibatalkan.

“Bahwa Saudara SS melawan hukum memberikan akses kepada AYS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG. Sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong ya, dan mengatur sedemikian rupa calon SPPG yang mendaftar pada portal mitra MBG yang semula telah disetujui kemudian menjadi dibatalkan status pendaftarannya,” kata Syarief,

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Jember Gelar Aksi Damai Dukung Program MBG

Tidak berhenti pada proses pengaturan tersebut, AYS juga diduga memfasilitasi masuknya pendaftar baru ke dalam sistem yang sebenarnya telah ditutup. Dugaan itu menunjukkan adanya perlakuan yang tidak setara terhadap para calon mitra yang mengikuti prosedur sesuai ketentuan. Penyidik juga menduga terdapat aliran sejumlah uang yang diberikan AYS kepada Sony Sonjaya setelah pengaturan titik-titik SPPG dilakukan.

“Saudara AYS memfasilitasi SPPG yang baru mendaftar portal yang sudah tutup. Bahwa setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut Saudara AYS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang ya kepada tersangka SS,” ujarnya.

Atas dugaan perbuatannya, AYS disangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka kini ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Penyidik menyatakan proses pengembangan perkara masih terus berlangsung guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus yang menyentuh program pemenuhan gizi masyarakat tersebut.*

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datang ke Kemensos, Bupati Fawait Paparkan Temuan 14 Ribu Penerima Bansos Sudah Meninggal
Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling
Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan
Gus Fawait Optimalkan Pendapatan Daerah di Jember melalui Raperda Baru
Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang
Pemkab Jember Sebut Kehadiran KA Pandalungan 2 Bakal Dongkrak Ekonomi-Pariwisata Daerah
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Baca Lainnya

Thursday, 25 June 2026 - 18:47 WIB

Datang ke Kemensos, Bupati Fawait Paparkan Temuan 14 Ribu Penerima Bansos Sudah Meninggal

Wednesday, 24 June 2026 - 21:40 WIB

Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling

Tuesday, 23 June 2026 - 14:07 WIB

Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan

Monday, 22 June 2026 - 19:23 WIB

Gus Fawait Optimalkan Pendapatan Daerah di Jember melalui Raperda Baru

Sunday, 21 June 2026 - 22:20 WIB

Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang

TERBARU

Regionalia

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Friday, 26 Jun 2026 - 13:12 WIB

Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen saat sambutan di acra pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

News

OJK akan Luncurkan Aplikasi 157 untuk Cegah Scam

Friday, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading