Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah

Thursday, 11 June 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni (Foto: Istimewa).

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk melakukan reformasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) atau Land Reform.

“Untuk GTRA memang perlu direformasi,” kata dia, saat ditemui di Ruang Komisi A DPRD Jember, pada Kamis, (11/6/2026).

Menurut dia, meskipun di dalam GTRA telah jelas mengatur tugas masing-masing pihak berdasarkan jabatan (Ex-officio), namun masih terkendala terkait eksekusi di lapangan karena memiliki pekerjaan inti pada instansinya.

“Ada BPN, ada kepala dinas begitu kan. Nah, ini nih yang kadang mereka punya pekerjaan utama kan. BPN pekerjaan utamanya ada, kepala dinas itu punya pekerjaan utamanya ada,” tuturnya.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar unsur-unsur yang masuk dalam struktur GTRA bisa segera bekerja.

“Maka kita harus dorong. DPRD harus mendorong, tokoh masyarakat yang ada di sana harus mendorong agar ini bergerak,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan ketidakjelasan terkait status kepemilikan tanah yang berada pada perbatasan Jember-Banyuwangi.

“Karena mereka bilang itu ada lahan yang sebenarnya menjadi bagian dari Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember. Tetapi diklaim sebagai wilayah hutan punyanya Malangsari,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Sekti (Serikat Tani Independen), Asirudin, mencontohkan sejumlah warga desanya yang menjadi korban penangkapan oleh oknum aparat penegak hukum, setelah memanen di lahannya.

Baca Juga :  Resmikan Kantor Baru Jember, PSI Bagikan Sembako ke 100 Ojol

“Contohnya di tempat saya (Mulyorejo) itu menanam sendiri sengon, mindi, kayu, setelah mau ditebang itu ditangkap, oleh aparat oknum perhutani, polisi, ada yang dengan TNI,” tuturnya.

Selain itu, ada lagi di daerah Desa Suco, dengan kejadian setelah menebang 3 pohon Sengon kemudian diambil oleh pihak aparat dan langsung diantar ke kantor PTP.

Asirudin berharap masyarakat desa yang berada di lokasi Organisasi Tani Lokal (OTL), bisa mempunyai legalitas hukum untuk status kepemilikan tanahnya.

“Ada kekuatan hukum bagi masyarakat yang sudah menempati, dan juga ada apa pelaksanaan reforma agraria bagi yang belum menempati atau menguasai tanah lahan pertanian,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember
Bupati Jember Tetapkan Jam Operasional Pedagang Pasar Tanjung
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data
Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan
Datang ke Jember, Komisi D DPRD Jatim Bahas Jalan Rusak dan Tambang Ilegal

Baca Lainnya

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

Monday, 5 October 2026 - 20:10 WIB

Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan

Saturday, 3 October 2026 - 23:27 WIB

Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember

Friday, 2 October 2026 - 21:17 WIB

Bupati Jember Tetapkan Jam Operasional Pedagang Pasar Tanjung

Thursday, 1 October 2026 - 13:55 WIB

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading