Frensia.Id- Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) bukan sekadar ajang olahraga tahunan. Sejak pertama kali digelar pada 1977, tradisi ini telah hidup di hati masyarakat dan menjadi simbol kebersamaan warga Jember.
Menempuh jarak hampir 30 kilometer dari Alun-Alun Tanggul hingga Alun-Alun Jember, Tajemtra terus mendapatkan antusiasme lintas generasi. Pada pelaksanaan Tajemtra 2026, Sabtu (5/9), jumlah peserta menembus angka 25.613 orang.
“Angka ini mencatatkan rekor tertinggi sejak 2015,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jember, Regar Jeane, Sabtu (5/9/2026).
Selanjutnya, dia menyebut kekuatan utama Tajemtra. Terletak pada kemampuannya meleburkan berbagai lapisan masyarakat.
“Sejak 1977 sampai hari ini, generasinya berganti tetapi semangat Tajemtra tetap sama. Di sepanjang perjalanan tidak ada sekat. Pelajar, masyarakat umum, komunitas, ASN, pekerja, tua maupun muda berjalan di jalur yang sama,” ujarnya.
Regar menambahkan, rute sejauh 29,4 km ini menyimpang filosofi ketahanan, disiplin, dan gotong royong. Peserta tak hanya butuh kecepatan, tetapi juga kekompakan dan konsistensi untuk menyentuh garis finis.
“Tak sekadar gerak jalan, Tajemtra kini telah bertransformasi menjadi pesta rakyat. Sepanjang rute, deretan UMKM, atraksi budaya, hingga riuh yel-yel dan kostum unik para peserta mewarnai perjalanan,” paparnya.
Regar menambahkan, Pemkab Jember berkomitmen menjaga warisan hidup ini agar terus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Memberi ruang bagi pelaku kreatif, sekaligus memperkuat citra daerah.
“Tradisi tidak cukup hanya dipertahankan, tapi harus diwariskan kepada generasi berikutnya dan dibuat semakin bermanfaat. Kita ingin anak-anak muda Jember bangga pernah menjadi bagian dari Tajemtra,” tandasnya.







