Frensia.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember mulai mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan memicu kemarau panjang.
Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah mitigasi strategis guna melindungi sektor pertanian dari risiko kekeringan.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengungkapkan bahwa meski penyerapan gabah pada triwulan pertama di Jember berjalan positif. Namun, ancaman perubahan iklim tetap harus diwaspadai sejak dini.
“Serapan gabah pada triwulan pertama sudah sangat bagus. Namun, saat ini kita menghadapi ancaman El Nino di wilayah Jawa dan sekitarnya,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Candra menekankan pentingnya pemerintah segera memetakan lahan pertanian yang rawan krisis air. Menurutnya, akurasi data wilayah terdampak menjadi kunci agar produktivitas petani tetap terjaga di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama.
“Kami meminta pemerintah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi kekurangan sumber daya air. Persiapan harus dilakukan sebelum dampak El Nino benar-benar meluas,” ujarnya.
Dia juga menyoroti program bantuan optimasi lahan dari pemerintah pusat yang telah disalurkan sebelumnya.
Candra mendesak agar fasilitas tersebut dimaksimalkan untuk menghadapi anomali cuaca tahun ini.
“Fasilitas itu harus dimaksimalkan untuk menghadapi anomali cuaca tahun ini,” paparnya.
Selain kesiapan infrastruktur, DPRD Jember mendorong adanya edukasi masif bagi para petani mengenai pola tanam adaptif. Petani diharapkan mulai beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap keterbatasan air (minim air).
“Transformasi pengetahuan kepada petani sangat penting agar mereka mampu menyesuaikan pola tanam, sehingga hasil panen tidak terganggu secara signifikan,” ungkapnya.
“Dalam hal ini, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sangat krusial. PPL ini harus menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani melakukan persiapan teknis di lapangan,” tambahnya.
Terkait keterbatasan anggaran mitigasi pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember, Candra tetap optimis sinergi dengan pemerintah pusat dapat memberikan solusi konkret bagi petani.
Sebagai langkah nyata, DPRD Jember meminta pemerintah segera mengaktifkan kembali fungsi embung dan memperbaiki saluran irigasi yang selama ini tidak optimal.
“Fokus utama kita adalah menjaga masa tanam kedua. Pemerintah harus hadir membantu petani, terutama dalam mengoptimalkan kembali fungsi embung dan jaringan irigasi untuk menjamin suplai air,” tandasnya.






