Kata Akademisi Soal Anggota DPRD Jember Main COC-Ngudut Saat Rapat

Wednesday, 13 May 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari akun Tiktok @Pak Jitu.

Tangkapan layar dari akun Tiktok @Pak Jitu.

Frensia.Id- Viral anggota DPRD Jember yang kedapatan bermain game COC dan merokok saat rapat resmi viral di media sosial.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Jember (UNEJ), Dr. Aries Harianto, menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.

Aries menegaskan bahwa forum rapat DPRD adalah ruang resmi pelayanan publik dan pengawasan pemerintahan.

Perilaku tersebut tidak hanya melanggar norma kelembagaan, tetapi juga mencederai kehormatan forum.

“Ketika seorang pejabat publik berada dalam forum resmi tetapi justru merokok dan bermain game, maka yang bersangkutan sesungguhnya sedang menanggalkan tugas dan tanggung jawabnya sendiri,” kata Aries dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Ketua Dewan Pakar ICMI Jember ini juga menyoroti aspek kesehatan dan etika sosial terkait aksi merokok di ruang rapat.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jember Soroti 'Money Politik' Jelang Pilkades 2027

Menurutnya, hal tersebut mengganggu kenyamanan peserta lain. Sementara aksi bermain game dianggap sebagai simbol rendahnya rasa hormat terhadap agenda yang dibahas.

“Orang yang bermain game saat rapat berarti tidak fokus pada substansi kegiatan. Itu mencerminkan sikap tidak serius dan tidak respect terhadap forum maupun pihak lain,” ujarnya.

Aries memperingatkan bahwa di era digital, perilaku menyimpang pejabat publik akan sangat cepat direspons oleh masyarakat.

Jika dibiarkan tanpa sanksi tegas, hal ini dikhawatirkan memicu ketidakpercayaan (distrust) terhadap institusi politik dan partai yang menaungi oknum tersebut.

“Saat video itu viral, publik sebenarnya sudah memberikan sanksi sosial berupa opini negatif. Dampaknya bukan hanya ke pribadi, tapi juga ke lembaga DPRD dan partai politiknya,” paparnya.

Baca Juga :  Gus Bupati Jember Luncurkan Mal Pelayanan Publik di 3 Kecamatan

Aries mendorong pimpinan DPRD maupun partai politik untuk mengambil langkah tegas. Dia menyatakan bahwa sekadar meminta maaf tidaklah cukup jika terdapat aturan tata tertib yang dilanggar.

“Permintaan maaf tentu penting, tetapi tidak menggugurkan sanksi. Jika tata tertib mengatur adanya penindakan, maka aturan itu harus ditegakkan secara konsisten,” ungkapnya.

Dia juga meminta proses penegakan disiplin dilakukan secara transparan agar masyarakat tahu bahwa fungsi pengawasan internal berjalan dengan serius.

“Publik harus dapat mengakses proses penegakan etik itu. Transparansi penting agar masyarakat percaya bahwa lembaga tidak menutup-nutupi pelanggaran yang terjadi,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait
Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru
Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah
Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA
MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi
Pemkab Jember akan Perbaiki SOP Pembelian BBM Bersubsidi untuk Petani dan Nelayan
Gus Fawait Tegaskan Program Optimalisasi Lahan di Jember Bisa Tingkatkan Hasil Panen Petani

Baca Lainnya

Tuesday, 16 June 2026 - 13:34 WIB

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo

Saturday, 13 June 2026 - 14:24 WIB

Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Thursday, 11 June 2026 - 20:40 WIB

Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

Thursday, 11 June 2026 - 17:31 WIB

Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah

Thursday, 11 June 2026 - 17:23 WIB

Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA

TERBARU

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono (Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Kadispendik Jember Tegaskan Tutup Celah Kecurangan SPMB 2026

Thursday, 18 Jun 2026 - 01:20 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading