Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film “Pesta Babi”, Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya

Wednesday, 13 May 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film

Gambar Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film "Pesta Babi", Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya (Tankapan Layar Youtube @Akbar Faizal Uncensored)

FRENSIA.ID- Posisi Dandhy Dwi Laksono kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sutradara di balik film kontroversial “Pesta Babi”—yang dikabarkan memuat isu diskriminasi terhadap masyarakat Papua hingga berujung pada pencekalan di berbagai daerah—kini dibayang-bayangi oleh ancaman jeratan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun menariknya, alih-alih ciut nyali, Dandhy justru secara blak-blakan menguliti kecacatan dan praktik tebang pilih dalam pelaksanaan beleid tersebut saat berbincang hangat dengan Akbar Faizal di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Diskusi tersebut bermula ketika Akbar Faizal menyinggung fenomena matinya kepakaran, di mana kaum intelektual perlahan tersingkir oleh narasi bising di media sosial. Akbar menjelaskan bagaimana para pemikir dan orang-orang yang memiliki imajinasi tentang masa depan justru kerap kalah telak saat dihadapkan pada realitas hukum yang dirasa tidak berpihak.

Menyadari posisi Dandhy yang pernah menjadi tersangka dan kini kembali rentan terjerat hukum akibat karyanya, Akbar bahkan sempat berseloroh mengingatkan agar obrolan tersebut dilakukan dengan hati-hati agar tidak berujung pada ancaman pidana baru.

Baca Juga :  Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

Merespons hal tersebut, Dandhy dengan lugas menyebut bahwa regulasi yang ada saat ini justru memperburuk keadaan dan secara sistematis menyingkirkan konten-konten yang memiliki nilai substansi kritis. Ia mengurai fenomena penegakan hukum yang sangat timpang dan sarat akan kepentingan penguasa.

“Jadi bayangin di periode-periode let’s say di masa periode kedua Jokowi lah ya. Buzzer itu bisa dengan gampang bikin propaganda KPK itu dikuasai Taliban. Misalnya ya kan? Jadi dan kayak gitu-gitu malah enggak kena Undang-Undang ITE,” kritik Dandhy secara tajam.

Ia membandingkan hal tersebut dengan nasib para mahasiswa dan kelompok kritis yang dengan mudahnya dijerat pasal penghasutan.

Dandhy lebih lanjut menegaskan bahwa sedari awal, penerapan regulasi ini memang sudah melenceng jauh dari tujuan utamanya dan hanya menargetkan kelompok oposisi.

“Jadi emang niatnya bikin Undang-Undang IT ini bukan ngelindungi orang dari penipuan kartu kredit, bukan itu. Tapi justru dia mau menjadikan ini menyiasati undang-undang pers dari reformasi. Ini mirip udah kayak haatzai artikelen peninggalan kolonial kan, cuma pakai dunia digital,” ungkapnya memberikan analogi menohok tentang pasal kebencian era penjajahan Belanda.

Baca Juga :  Frensia Institute: Buku "Presiden Solusi" Banjir Pemberitaan, Tapi Minim Uji Independen

Bagi Dandhy, ruang digital seharusnya menjadi pilar kelima demokrasi, menjadi kekuatan ekstra-parlementer ketika fungsi trias politica mandek dan oposisi di parlemen raib.

Sayangnya, satu-satunya ruang tersisa di media digital tersebut kini ikut disapu bersih melalui represi hukum. Menutup argumennya dengan sebuah peringatan keras tentang bahaya pembungkaman sistematis bagi sebuah negara.

“Orang yang kepepet akan bikin backlash yang gede. Kan rezim otoriter yang cerdas nih tetap dibuka, kan ada yang dibuka-buka lah. Tapi kalau di banyak lini kita banyak yang ditutup, parlemen enggak ada oposisi… Ya, ini it’s a matter of time,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara
Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember
Bupati Jember Tetapkan Jam Operasional Pedagang Pasar Tanjung
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data
Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Baca Lainnya

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

Monday, 5 October 2026 - 20:10 WIB

Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan

Monday, 5 October 2026 - 13:50 WIB

Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan

Saturday, 3 October 2026 - 23:27 WIB

Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading