Terjemahan Cerita Pinokio, Ternyata Masih Bias Gender

Sunday, 18 August 2024 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Terjemahan Cerita Pinokio, Ternyata Masih Bias Gender (Sumber Ilustrasi/Mashur Imam)

Gambar Terjemahan Cerita Pinokio, Ternyata Masih Bias Gender (Sumber Ilustrasi/Mashur Imam)

Frensia.id- Terjemahan Pinokio dengan bahasa Inggris tampak tetap tidak berkembang. Ceritanya tetap dianggap mengandung Bias Gender. Seluruh penggalan kisah fiksinya memainkan sosok lelaki sebagai aktor sosial.

Kemarin sempat ramai kisah fiksi dalam sebuah artikel majalah Tempo. Artikel yang berjudul “Pinokio Jawa” dikembangkan sebagai sebuah perspektif untuk memahami otoritarianisme politik di Indonesia saat ini.

Ternyata jauh sebelum artikel itu ditulis telah banyak karya yang mengkaji kisah Carlo Collodi. Salah satunya adalah Rebecca Williams. Ia fokus mengkaji hasil terjemah ulang Le Avventure di Pinocchio dalam sudut pandang anthropomorfisme representation of gender.

Temuan sebenarnya telah banyak dikenal luas dalam kalangan akademisi. Hasil kajiannya telah disusun dalam bentuk jurnal dan diterbitkan dalam Taylor & Francis tahun 2022 lalu.

Ia membandingkan novel Le Avventure di Pinocchio yang terbit pada tahun 1883 dengan bahasa originalnya dengan terjemahan bahasa Inggris pertamanya pada tahun 1892 serta penyuntingannya pada 1911-2011. Fokus yang dikaji adalah dua karakter antropomorfik, yaitu il Gatto (Kucing) dan la Volpe (Rubah).

Willams berupaya mengurai bias gender yang dikonstruksi dalam teks asli, terjemahan pertama, serta berbagai penyuntingan ulangnya. Melalui analisis komparatif, Ia berupaya menemukan representasi konstruksi sosial gender yang disampaikan kepada pembaca, yang mayoritas adalah anak-anak.

Baca Juga :  KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Secara garis besar, ia mengungkap bahwa terjemahan bahasa Inggris pertama dari Le Avventure di Pinocchio di 1892, ternyata memiliki kecenderungan untuk kembali ke ideologi gender yang lebih konvensional. Tetap memperkuat model masyarakat androsentris.

Hal ini terlihat jelas melalui representasi karakter antropomorfik, il Gatto (Kucing) dan la Volpe (Rubah), yang dalam terjemahan tersebut mengalami perubahan dalam penggambaran gender mereka. Model masyarakat androsentris ini menonjolkan dominasi laki-laki dan peran subordinat perempuan, suatu aspek yang tidak begitu kentara dalam teks asli karya Carlo Collodi yang diterbitkan di Italia pada tahun 1883.

Dalam versi aslinya, Collodi tidak secara eksplisit mendasarkan karakter-karakternya pada norma-norma gender yang kaku, sehingga membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel bagi pembaca. Namun, terjemahan bahasa Inggris pertama tersebut mengadopsi ideologi gender yang lebih tradisional, yang merefleksikan nilai-nilai masyarakat Inggris pada masa itu.

Baca Juga :  Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara

Terjemahan ini tidak hanya sekadar memindahkan bahasa, tetapi juga membawa serta pemahaman sosial dan budaya yang berbeda. Akibatnya, dapat memengaruhi anak-anak yang membaca versi Inggris ini, dalam memahami konsep gender.

Yang menarik, meskipun masyarakat mengalami perkembangan dalam pemahaman tentang konstruksi sosial gender, terutama pada abad ke-21, gagasan androsentris ini terus diulang dalam berbagai penyuntingan ulang dan cetakan terpilih dari terjemahan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan dalam pandangan terhadap gender di masyarakat, karya sastra anak klasik seperti Pinokio tetap dapat mempertahankan representasi gender yang lebih konservatif. Khususnya, melalui proses penerjemahan dan penyuntingan ulang.

Padahal, pada abad ke-21, pemahaman tentang gender telah jauh berkembang. Pandangan mengenai peran gender dalam masyarakat sudah mengalami pergeseran signifikan dibandingkan abad ke-19 dan ke-20.

Meskipun berbagai wacana baru tentang gender telah diperkenalkan, edisi-edisi baru dari terjemahan ini masih mempertahankan elemen gender tradisional. Hal demikian menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana literatur klasik anak-anak mencerminkan perubahan sosial yang sebenarnya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember
28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu
Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca Lainnya

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 10:03 WIB

Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Wednesday, 23 September 2026 - 10:22 WIB

Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading