Cetakan Pertama Buku ‘Bukan Pasar Malam’ Karya Pramoedya Masih Lestari, Kolektor Bandrol Harga 15 Juta

Tuesday, 17 September 2024 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cetakan pertama buku 'Bukan Pasar Malam' karya Pramoedya Ananta Toer - Instagram/Thriftboox.id

Cetakan pertama buku 'Bukan Pasar Malam' karya Pramoedya Ananta Toer - Instagram/Thriftboox.id

Frensia.id – Kolektor buku yang eksis di Instagram dengan nama @thrifboox.id memposting koleksinya, buku berjudul “Bukan Pasar Malam” ini dibandrol harga 15 juta.

“Bukan Pasar Malam” adalah buku fiksi karya Pramoedya Ananta Toer yang menggambarkan situasi masyarakat Indonesia pada masa transisi kemerdekaan.

Buku ini dicetak pertama pada tahun 1951 oleh Balai Pustaka, lengkap dengan sambutan Pramodeya tertanggal 17 Desember 1949.  

“Halo, selamat malam kak. Untuk buku Bukan Pasar Malam Karya Pramoedya Ananta Toer edisi cetakan pertama, 1951 di harga 15 Juta ya kak,” jawab admin Instagram @thrifboox.id saat diwawancarai crew frensia.

Baca Juga :  Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah

Bukan tanpa alasan, Thriftboox membandrol harga sekian besar lantaran koleksinya tersebut memang memiliki nilai sejarah dan kondisinya yang masih sangat layak untuk dibaca.

“Sudah barang tentu ini mahal karena Bukan Pasar Malam salah satu karya Pramoedya Ananta Toer yang menggambarkan kesuraman dari sebuah zaman yang emg luar biasa. Salah satu karya yang dibredel, yang paling sulit dicari, apalagi untuk kondisi se-prima yang kita punya saat ini.” terang admin Instagram @thrifboox.id

Sebagai informasi, novel ini mengambil latar di Jakarta dan sekitarnya, menceritakan kehidupan sehari-hari individu-individu yang terjebak dalam dilema sosial, politik, dan budaya. 

Baca Juga :  Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Melalui tokoh utama, novel ini mengajak pembaca untuk menyelami pergulatan individu di tengah perubahan zaman yang cepat, sambil menggambarkan kerinduan akan identitas nasional yang utuh.

Dalam karya ini, Pramoedya mengeksplorasi berbagai tema seperti perjuangan identitas, ketidakadilan sosial, dan kompleksitas kehidupan di perkotaan. 

Ia  juga mengkritik sistem sosial yang menindas dan sekaligus menyoroti harapan dan impian masyarakat biasa, yang sering kali terabaikan dalam narasi pembangunan. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026
Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Parijs van Java, Novel Karya Remy Sylado yang Memiliki Gaya Bahasa Khas
Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah
Inovasi Cold Storage Berbasis Gas Etilen dari Petani Milenial Lumajang Warnai Lomba Hortikultura Jawa Timur 2025
Mars Attacks: Film yang Bercerita tentang Penyelamatan Bumi Berkat Sound Horeg
Wamen Pariwisata Sebut JFC Merupakan Panggung Carnaval Dunia
Bucin Wajib Baca!! Malam-Malam Putih Novel Legendaris Abad 19 Karya Dostoevsky, Membongkar Egoisme Perempuan

Baca Lainnya

Friday, 2 January 2026 - 22:27 WIB

Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026

Thursday, 25 December 2025 - 22:26 WIB

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Saturday, 6 December 2025 - 06:30 WIB

Parijs van Java, Novel Karya Remy Sylado yang Memiliki Gaya Bahasa Khas

Saturday, 22 November 2025 - 17:06 WIB

Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah

Monday, 20 October 2025 - 19:15 WIB

Inovasi Cold Storage Berbasis Gas Etilen dari Petani Milenial Lumajang Warnai Lomba Hortikultura Jawa Timur 2025

TERBARU

Foto: Tangkapan Layar dari Media Sosial.

News

Perempuan di Jember Tewas Tertemper Kereta Api

Friday, 9 Jan 2026 - 19:40 WIB

Foto Betrand Russel (Sumber: Arif)

Kolomiah

Ketika Usaha Mengkhianati Hasil

Wednesday, 7 Jan 2026 - 22:18 WIB