Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi Damai Soroti Konflik JCE–Blawan

Tuesday, 6 January 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Bondowoso, Frensia.Id – Ribuan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN XII, menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (6/1/2026).

Aksi tersebut menjadi wujud solidaritas pekerja atas konflik agraria berkepanjangan yang terjadi di kawasan Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Blawan.

Para pekerja menyuarakan keprihatinan atas kondisi kebun yang dinilai semakin memprihatinkan akibat konflik yang berlangsung sejak September 2023.

Selama lebih dari dua tahun, berbagai bentuk perusakan dilaporkan terjadi, mulai dari penebangan besar-besaran tanaman kopi, hingga perusakan tanaman pelindung yang merupakan aset negara milik PTPN I Regional 5.

Situasi tersebut tidak hanya menghambat operasional perkebunan, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi para pekerja yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.

Ketegangan meningkat tajam sepanjang 2025, ditandai dengan pembakaran dua rumah dinas berstatus bangunan cagar budaya, perusakan kendaraan karyawan, serta kerusakan fasilitas kantor dan sarana sosial.

Akses menuju Afdeling Kaligedang juga dilaporkan tertutup sejak November 2025 akibat pendirian posko, sehingga mengganggu aktivitas kerja, mobilitas pekerja, dan kehidupan sosial masyarakat di sekitar perkebunan.

Baca Juga :  Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli

Ketua SPBUN PTPN XII, Bramantyo, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kegelisahan kolektif para pekerja yang menginginkan kepastian hukum dan jaminan keamanan dari negara. Menurutnya, pembiaran konflik berpotensi memicu dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

“Kami hanya ingin bekerja dengan aman dan layak. Negara harus hadir untuk menegakkan hukum dan melindungi hak-hak pekerja,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut dikemas secara humanis. Para peserta melakukan aksi bersih lingkungan, membagikan bunga kepada pengguna jalan, serta menyebarkan informasi edukatif melalui barcode yang dapat diakses masyarakat.

Mereka juga melantunkan selawat bersama sebagai bentuk doa agar konflik dapat diselesaikan tanpa kekerasan.

Manajemen PTPN I Regional 5 menyatakan apresiasinya terhadap aksi damai tersebut. Kepala Bagian Sekretariat dan Umum, R. I. Setiyobudi, menyebut penyampaian aspirasi secara tertib merupakan hak konstitusional warga negara.

“Manajemen menghargai Aksi Damai dari SPBUN PTPN XII sebagai bentuk Empati terhadap Pekerja Kebun Kopi di Ijen yang juga masyarakat sekitar, di mana saat ini mengalami kondisi tidak nyaman dalam melakukan aktivitas pekerjaan akibat adanya persekusi dari OTK. Dan sebagai dukungan moril kepada Pamerintah Daerah serta APH dalam penegakan hukum, pengamanan aset negara dan kampanye Bondowoso sebagai Republik Kopi” ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga Nikah Siri Tanpa Izin Istri Sah, Kepala Desa di Bondowoso Dilaporkan ke Polisi

Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk empati pekerja terhadap sesama karyawan kebun kopi di kawasan Ijen, yang saat ini menghadapi tekanan dan rasa tidak aman akibat gangguan pihak tak bertanggungjawab.

Aksi ini juga dipandang sebagai dukungan moral bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan aset negara serta stabilitas wilayah.

“Keterlibatan pekerja dalam aksi solidaritas mencerminkan kepedulian mendalam terhadap keberlangsungan perkebunan dan kehidupan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Melalui aksi ini, SPBUN PTPN XII berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata, untuk menghentikan konflik JCE dan Blawan, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan gangguan perekonomian di Kabupaten Bondowoso.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Residivis Spesialis Bobol Rumah Kosong di Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa
Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli
BPBD Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Puting Beliung di Purwoharjo
Dua Sepeda Motor Adu Banteng, Satu Pengendara Tewas
Bikin Geger dan Panik, Diduga Anak Buaya Muncul di Irigasi Sawah Banyuwangi
KM Genius Tenggelam di Perairan Utara Bali Usai Mati Mesin, 6 ABK Dievakuasi Tim SAR

Baca Lainnya

Thursday, 30 July 2026 - 18:52 WIB

Residivis Spesialis Bobol Rumah Kosong di Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan

Tuesday, 28 July 2026 - 17:07 WIB

Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

Tuesday, 28 July 2026 - 17:04 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa

Tuesday, 28 July 2026 - 10:38 WIB

Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli

Monday, 27 July 2026 - 18:56 WIB

BPBD Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Puting Beliung di Purwoharjo

TERBARU

Dinkes Jember saat melakukan rontgen paru-paru warga di salah satu Kantor Desa (Foto: Dinkes Jember)

Healthia

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Friday, 31 Jul 2026 - 19:42 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading