Kebakaran Merapi Ungup-Ungup Meluas, Api Tembus Kawasan TWA Kawah Ijen

Friday, 4 September 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FRENSIA.ID– Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Cagar Alam (CA) Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup kian meluas dan sulit dikendalikan. Api yang pertama kali terpantau pada Kamis (03/09/26) dilaporkan resmi menembus kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada Jumat (04/09/26).

Menjurusnya api ke kawasan destinasi wisata ikonik tersebut memaksa tim gabungan memfokuskan strategi pada penyelamatan nyawa manusia serta mitigasi risiko, selain memadamkan kobaran api yang terus menjalar.

Medan ekstrem berupa tebing-tebing curam di sekitar puncak Merapi Ungup-Ungup menjadi kendala utama operasi pemadaman. Pemantauan lapangan mengindikasikan api menyebar di sekitar grid 168, 169, 191, dan 192, lalu bergerak cepat ke arah barat menuju TWA Kawah Ijen akibat tiupan angin dan sulitnya akses darat.

Baca Juga :  Dua Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan di Grobogan Jawa Tengah

“Prioritas kita adalah mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel dan pengunjung. Semua unsur telah bergerak bersama. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada kepentingan yang lebih utama daripada keselamatan manusia dan perlindungan kawasan,” tegas Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, Jumat (04/09/26).

Baca Juga :  Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi

Melihat laju api yang kian mendekati zona aktivitas publik, Nur Patria menekankan perlunya pembatasan hingga penyesuaian aktivitas wisata demi memberi ruang gerak yang aman bagi personel penanggulangan bencana.

“Ketika api sudah memasuki kawasan TWA, kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan agar tim dapat fokus melakukan penanganan secara aman,” pungkasnya. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya
Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi
Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi
PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kebakaran Dua Kandang Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang
Tangis Istri dan Anak Kembar Pecah Sambut Jenazah Ponco Korban KM Virgo
Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Baca Lainnya

Sunday, 18 October 2026 - 22:50 WIB

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya

Friday, 16 October 2026 - 10:56 WIB

Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi

Thursday, 15 October 2026 - 22:52 WIB

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Wednesday, 14 October 2026 - 23:44 WIB

PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang

Sunday, 11 October 2026 - 19:49 WIB

Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV

TERBARU

patung satoshi nakamoto

Economia

Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto

Monday, 19 Oct 2026 - 13:30 WIB

(Tengah memakai peci hitam) Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat setelah menggelar acara Bakti Sosial Kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Saturday, 17 Oct 2026 - 23:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading