Frensia.id – Vladimir Putin, Presiden Rusia menyampaikan ucapan hangat kepada Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Tiongkok, menandai era baru kerja sama yang semakin intensif antara kedua negara raksasa tersebut.
Dalam acara peringatan tersebut, Rusia dan Tiongkok mencapai puncak kerjasama yang sangat strategis.
Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden Rusia dalam acara yang diadakan di Moskow pada tanggal 2 Oktober 2024.
Putin mengenang awal mula hubungan kedua negara yang dimulai tiga perempat abad yang lalu.
“Kami adalah negara pertama yang mengakui Republik Rakyat Tiongkok, dan sejak itu, kami telah menjalin ikatan yang kuat,” ujar Putin dalam pidatonya.
Menurut Putin, hubungan antara Moskow dan Beijing saat ini berada pada titik tertingginya.
“Saya dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa hubungan yang erat dan saling menguntungkan ini telah teruji oleh waktu dan berhasil dalam upaya ini dengan terhormat,” tambah Putin pada tanggal 02/10/2024.
Presiden Rusia tersebut juga menekankan pada kerja sama proaktif yang telah dilakukan di berbagai bidang, termasuk politik, perdagangan dan ekonomi, serta sains dan teknologi.
Ia menyatakan bahwa kedua negara telah efektif dalam mengoordinasikan upaya mereka dalam menangani urusan regional dan internasional, serta berupaya membangun tatanan dunia multipolar dengan keadilan yang lebih besar.
Putin juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara.
“Saya yakin bahwa pemenuhan perjanjian bilateral yang dihasilkan dari pertemuan terakhir kita akan berkontribusi untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis antara Rusia dan RRT,” ucapnya.
Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan hubungan lama antara Rusia dan Tiongkok, tetapi juga sebagai fondasi untuk kerja sama yang lebih dalam di masa depan, yang diharapkan bisa memastikan stabilitas dan keamanan tidak hanya di benua Eurasia tetapi juga di seluruh dunia.
Acara ini dihadiri oleh berbagai delegasi tinggi dan pejabat dari kedua negara, serta para analis yang menilai bahwa perayaan ini menandai tonggak penting dalam sejarah geopolitik kedua negara.