Frensia.id- Lagu Sami Yusuf tampak diperlukan di tengah dunia pendidikan yang semakin kompleks. Tim akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Linda Septiyana Dkk, menyajikan pandangan segar tentang bagaimana musik dapat menjadi media pendidikan yang menyentuh hati.
Mereka mendalami lirik-lirik karya penyanyi dan penulis lagu Islami terkenal, Sami Yusuf, yang penuh dengan pesan moral, spiritualitas, dan kemanusiaan. Penelitian ini, yang berlangsung pada tahun 2021, menjadi upaya untuk menguraikan nilai-nilai luhur yang tersimpan dalam setiap bait lagu-lagu berbahasa Inggris dari sang musisi, serta menawarkan gagasan bahwa lirik-lirik ini dapat menjadi bagian dari bahan ajar yang memperkaya jiwa para pelajar.
Linda dan timnya menemukan bahwa musik dapat menjadi pintu masuk yang lembut namun mendalam untuk memperkenalkan nilai-nilai universal yang mungkin tidak tersampaikan dengan baik hanya melalui kata-kata. Penelitian ini mengungkapkan bahwa lagu-lagu dalam album Sami Yusuf menyiratkan berbagai pesan moral, mulai dari kejujuran dan keberanian hingga kedamaian dan kemandirian.
Dalam analisis mereka, kejujuran muncul sebagai nilai yang paling kuat, menduduki persentase tertinggi sebesar 19%. Sementara itu, tema-tema seperti kedamaian, rasa hormat, dan cinta, walau hanya muncul sekali masing-masing, memiliki kedalaman yang menyentuh, melukis kesejukan yang sunyi di tengah hiruk-pikuk dunia.
Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif, memungkinkan tim untuk merenungi setiap kata, setiap baris lirik yang menyusup ke dalam hati. Lewat observasi dan dokumentasi, mereka menggali lapisan-lapisan makna yang terkandung dalam lagu-lagu tersebut, menyingkap nilai-nilai pendidikan yang tersembunyi dengan kelembutan yang hanya bisa disampaikan oleh musik.
Dan dengan itu, lahirlah rekomendasi yang menyejukkan bagi para pendidik, terutama guru bahasa Inggris: manfaatkan lirik lagu Sami Yusuf sebagai bahan pembelajaran.
Linda, dalam paparan hasil penelitiannya, berbicara dengan penuh keyakinan akan kekuatan musik sebagai media pendidikan. “Nilai-nilai ini begitu penting dalam membentuk karakter manusia yang baik dan beradab,” ungkapnya.
Ia percaya, ketika seorang guru memilih untuk membawa musik ke dalam ruang kelas, terutama lagu-lagu yang kaya akan pesan positif seperti karya-karya Sami Yusuf, mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa tetapi juga menyemai benih-benih karakter mulia.
Lebih dari sekadar rekomendasi, Linda menempatkan lagu-lagu ini sebagai jembatan yang menghubungkan kosakata baru dengan nilai-nilai kebijaksanaan hidup. Musik bukan hanya soal nada atau kata-kata, tetapi cara yang halus untuk membentuk moral dan etika para siswa.
Melalui lirik yang kaya, pelajaran bahasa Inggris bisa menjadi sebuah petualangan penuh makna, tempat di mana siswa tidak hanya belajar mengucapkan kata-kata tetapi memahami makna di baliknya, dan memaknainya dalam keseharian.
Lagu-lagu Sami Yusuf mengajak siswa untuk menemukan kejujuran dalam diri, menghargai kedamaian, dan merasakan cinta yang sejati.
Linda dan timnya, lewat penelitian ini, membuka mata kita bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pemupukan karakter melalui cara-cara yang tak biasa. Mereka mengingatkan kita bahwa musik dapat menjadi bagian dari kurikulum yang tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga menyentuh jiwa.
Di sini, lirik-lirik Sami Yusuf bukan hanya sekadar baris-baris lagu, melainkan untaian nasihat yang melembutkan hati, mengajak pendengarnya untuk menemukan kebajikan dalam dirinya.