Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Mie Instan, Begini Hasil Risetnya

Monday, 11 November 2024 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Mie Instan, Begini Hasil Risetnya (Sumber foto: malang-post.com)

Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Mie Instan, Begini Hasil Risetnya (Sumber foto: malang-post.com)

Frensia.Id- Terlalu sering mengkonsumsi mie instan ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan beberapa penelitian telah mengungkapkan mengenai dampaknya.

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan hidup manusia semakin meningkat. Hal ini terjadi pada seluruh kalangan.

Disisi lain, kesibukan-kesibukan dalam berbagai aktivitas seperti pekerjaan sering kali membuat kita
menomorduakan kebutuhan-kebutuhan pokok,
seperti makanan.

Fenomena tersebut rupanya disadari oleh berbagai pengelola badan usaha sebagai peluang untuk mencari keuntungan. Semakin hari badan usaha berlomba-lomba untuk memproduksi bahan makanan mie instan.

Mie instan yang sering kali kita santap, memang sangat terlihat lezat dan cepat untuk disajikan serta harganya yang tidak mahal.

Baca Juga :  Jenggawah Hingga Mangli Jadi Wilayah Kasus ISPA Tertinggi di Jember

Mie instan ini sangat kaya akan karbohidrat, namun
kadar vitamin dan mineral sangat rendah sekali.

Bentuknya yang keringpun merupakan hasil penggorengan yang kaya akan trans fat yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner kandungannya berperan meningkatkan kolesterol LDL (kolestrol jahat).

Mie instan yang siap saji biasanya diseduh dalam kemasan styrofoam.

Styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu bahan paling populer yang digunakan dalam bisnis pangan, termasuk untuk kemasan mie instan.

Bahkan WHO menyebut bahan ini sebagai pemicu kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika Serikat menemukan resiko kesehatan yang berbahaya jika anda mengkonsumsi mie instan 2-3 kali seminggu.

Baca Juga :  Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

Dr.Shin yang memimpin penelitian mengatakan mie instan dapat meningkatkan resiko sindrom kardiometabolik seperti jantung, stroke dan diabetes. Padahal penyakit ini merupakan penyebab kematian di seluruh dunia.

Dibalik kelezatan rasa yang diberikan oleh mie instan, terdapat beberapa zat-zat berbahaya yang dapat bedampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

Namun banyak orang yang tidak mengetahui bahkan mengabaikan. Mengkonsumsi mie instan dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Jenggawah Hingga Mangli Jadi Wilayah Kasus ISPA Tertinggi di Jember
Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember
Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung
Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember
Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember
Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya

Baca Lainnya

Thursday, 1 October 2026 - 20:00 WIB

Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember

Saturday, 8 August 2026 - 17:40 WIB

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

Saturday, 8 August 2026 - 17:30 WIB

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Thursday, 6 August 2026 - 17:00 WIB

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

Friday, 31 July 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

TERBARU

Gambar Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan, Satu Pengendara Tewas (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan, Satu Pengendara Tewas

Friday, 2 Oct 2026 - 21:55 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading