Sambutan Inspiratif Rektor UIN KHAS Jember dalam Prosesi Wisuda

Friday, 26 September 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN KHAS Jember menyampaikan pidato sambutannya pada prosesi wisuda

Rektor UIN KHAS Jember menyampaikan pidato sambutannya pada prosesi wisuda

Frensia.id- Rektor Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq Jember (UIN KHAS), Prof. Dr. H. Hefni menginspirasi ratusan wisudawan dan wisudawati dengan menyampaikan kisah legendaris penakluk Andalusia atau Spanyol, Thariq bin Ziyad.

Hal tersebut Prof. Hefni, sapaan akrab Rektor UIN KHAS Jember, sampaikan pada acara wisuda sarjana ke 72, magister ke 53 dan doktor ke 30, yang diselenggarakan pada hari Kamis (25/09/25) di Gedung Kuliah Terpadu lantai 3.

Rektor UIN KHAS Jember menegaskan nilai penting dari acara wisuda, menurutnya kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka. Beliau menginginkan adanya dampak.

“Kita tentu harapkan acara ini tidak sekedar seremonial tetapi betul betul-betul menjadi momen yang berdampak paling tidak sebagai titik landas kontemplasi untuk berpikir ke depan apa yang harus kita songsong dari masa depan gemilang dari kita semua,” ungkapnya secara khusus kepada peserta wisuda.

Baca Juga :  Demi Penguatan Wisata! Akademisi UIN KHAS Temui Kelompok Perempuan Desa Klatakan

Selanjutnya, Prof. Hefni menyampaikan kisah menarik dari sejarah penaklukan Andalusia atau Spanyol, yang terletak di selatan semenanjung Iberia, wilayah Eropa bagian barat Daya. Dimana penaklukan tersebut dipimpin oleh seorang jenderal muslim dari dinasti Bani Umayyah yang berstatus sebagai maula alias bekas budak, bernama Thariq bin Ziyad.

Pasukan dibawah komando Thariq bin Ziyad mempunyai kekuatan berjumlah 7000 prajurit yang akan melawan musuh dengan jumlah 40.000 prajurit. Untuk menekan keyakinan pasukannya Thariq membakar perahu yang digunakan untuk mendarat di Giblartar. Kemudian ia menyampaikan pidato terkenal.

Baca Juga :  Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kebun Tebu

Setelah mengisahkan penaklukan Andalusia, Prof. Hefni mengambil saripati dari cerita tersebut yang ia paparkan kepada peserta wisuda.

“Saudara-saudara para peserta wisuda hari ini, semangatnya harus seperti kader-kader dan prajurit Thariq bin Ziyad. Semangat yang terus membara. Tidak peduli anda darimana tidak peduli anda keturunan siapa. Thariq saja itu maula, mantan budak, budak yang dimerdekakan. Termasuk siapapun anda, kalau anda punya motivasi yang kuat dengan semangat yang membaja. Dengan semangat berapi-api untuk menciptakan masa depan kalian. Dengan perubahan-perubahan strategis. Tidak ada yang bisa menghalangi cita-cita anda,” jelas Prof. Hefni.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwang Bersatu Dukung Rekomendasi Partai
Ibu di Jember Diduga Aniaya Bayinya Hingga Tewas
Ana Aniaty Pimpin DPC PDI Perjuangan Banyuwangi! 3 Perempuan Pejuang Jadi KSB
Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kebun Tebu
KAI Jember Siapkan 144 Ribu Tiket untuk Libur Nataru, Ada Diskon 30%!
Demi Pendidikan Politik Kaum Muda, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Kongkow Pemuda
Pemkab Jember Sebut Perumahan di Jember Banjir Akibat Hak Sungai Dirampas
Jadi Langganan Banjir, Ini Kisah Pilu Warga Jember Beli Perumahan di Bantaran Sungai

Baca Lainnya

Thursday, 25 December 2025 - 15:38 WIB

Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwang Bersatu Dukung Rekomendasi Partai

Monday, 22 December 2025 - 16:16 WIB

Ibu di Jember Diduga Aniaya Bayinya Hingga Tewas

Monday, 22 December 2025 - 09:33 WIB

Ana Aniaty Pimpin DPC PDI Perjuangan Banyuwangi! 3 Perempuan Pejuang Jadi KSB

Sunday, 21 December 2025 - 18:15 WIB

Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kebun Tebu

Thursday, 18 December 2025 - 15:25 WIB

KAI Jember Siapkan 144 Ribu Tiket untuk Libur Nataru, Ada Diskon 30%!

TERBARU

Gambar Tragedi Perayaan Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik (Sumber: Grafis Frensia/Gmn)

Historia

Tragedi Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik

Thursday, 25 Dec 2025 - 00:26 WIB