Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Aab mengenakan peci hitam dan memegang mikrofon saat menyampaikan ceramah

Gus Aab mengenakan peci hitam dan memegang mikrofon saat menyampaikan ceramah

Frensia.id –Resepsi 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) dalam hitungan Masehi digelar dengan meriah di alun-alun Jember, Jawa Timur, pada pada 31 Januari–1 Februari 2026. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU, DR. KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), paparkan bahwa NU menjadi jam’iyah mubarokah karena khidmatnya yang konsisten kepada umat. Khidmat tersebut, menurutnya, terbingkai dalam kerangka khidmat besar, yakni himayatud din, himayatud daulah, danhimayatul ummah bihimayatid din wa himayatud daulah.

 “NU menjadi jam’iyah mubarokah karena khidmat kepada umat. Paling tidak khidmat ini diklasifikasikan menjadi tiga kerangka khidmat besar yakni himayatud din, himayatud daulah, dan himayatul ummah bihimayatid din wa himayatud daulah,” ujar Gus Aab

Ia menjelaskan, tugas pertama Nahdlatul Ulama adalah menjaga agama (himayatud din), khususnya dalam menjaga akidah umat agar tetap lurus dan murni sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

“Pertama tugas Nahdlatul Ulama adalah menjaga agama, maksudnya adalah menjaga aqidahnya umat, memastikan bahwa warga Nahdlatul Ulama khususnya dan umat Islam pada umumnya tetap terjaga dan terjamin kemurnian pelaksanaan ajaran-ajarannya di bawah bimbingan ulama ahli Sunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Menurut Gus Aab, NU didirikan tidak terlepas dari adanya ancaman terhadap pelaksanaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara, baik dari kelompok keagamaan yang bersifat radikal maupun liberal.

“Karena demi tujuan mulia ini NU didirikan, ketika ada ancaman terhadap pelaksanaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di bumi Nusantara dari berbagai macam infiltrasi kelompok-kelompok keagamaan dengan paham yang berbeda, baik kelompok radikal maupun liberal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa salah satu prinsip utama Ahlussunnah wal Jamaah adalah at-tawassuth, yakni sikap pertengahan yang sejalan dengan prinsip wasathiyah, tidak condong pada ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

“Di sinilah peran NU dalam menjaga agama melalui beberapa lembaga yang dibentuk di NU mulai LBM NU atau secara ad hoc seperti Aswaja NU center,” lanjutnya.

Gus Aab menambahkan, peran lembaga-lembaga tersebut adalah menerjemahkan teks-teks keagamaan yang bersifat universal agar dapat diterima dan dijalankan secara kontekstual di tengah masyarakat Nusantara.

Baca Juga :  Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja

Tugas kedua NU, menurutnya, adalah himayatud daulah, yakni menjaga kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan prinsip kebangsaan.

“Menjaga negara dan keutuhan NKRI sama maqamnya dengan menjaga agama. Ketika negara tidak kondusif dan keamanan terganggu, maka pelaksanaan ajaran agama juga pasti akan terganggu,” tegasnya.

Adapun tugas ketiga NU adalah menjaga umat (himayatul ummah)melalui terjaganya agama dan negara. NU berkewajiban melindungi umat agar dapat menjalankan ajaran agama dengan baik di bawah bimbingan ulama Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus memastikan hak-hak sipil mereka sebagai warga negara tetap terjamin.

“Melindungi umat, baik dari sisi bagaimana umat melaksanakan ajaran-ajaran agama yang baik di bawah bimbingan para ulama Jam’iyyah NU, para ulama ahlussunnah wal jamaah dan terjamin hak-hak sipilnya sebagai warga negara, sehingga tidak ada kezaliman dari pihak lain yang akan mengganggu hak mereka.” pungkas Gus Aab*

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat
Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja
Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara
Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bondowoso Gelar Rakor Sinergi Antar Instansi
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Baca Lainnya

Thursday, 30 April 2026 - 07:58 WIB

NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat

Saturday, 18 April 2026 - 22:00 WIB

Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja

Monday, 6 April 2026 - 08:57 WIB

Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta

Saturday, 4 April 2026 - 15:05 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

Wednesday, 1 April 2026 - 16:49 WIB

Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara

TERBARU

Ketua Tim Muscab DPW PPP Jawa Timur, H. Nur Hasan dan Ketua DPC PPP Kabupaten Jember, Gus Mamak (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

PPP Jember Targetkan Raih 10 Kursi DPRD di Pemilu 2029

Monday, 4 May 2026 - 17:16 WIB

Acara Musyawarah Cabang DPC PPP Kabupaten Jember ke-X, saat berlangsung di Hotel Royal (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Solidkan Internal Partai, DPC PPP Jember Gelar Muscab ke-X

Monday, 4 May 2026 - 17:02 WIB